Jakarta – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio dan Surya Utama (Uya Kuya) dikabarkan mengundurkan diri.
Keputusan mundur sebagai Anggota DPR RI dua kader PAN itu disampaikan secara resmi DPP PAN, Minggu (31/8) hari ini.
Partai Amanat Nasional menilai, keputusan itu diambil buntut kericuhan yang terjadi belakangan. Hal itu dinilai mampu menurunkan eskalasi di masyarakat.
Sebelum pengunduran diri sebagai Anggota DPR RI, Uya dan Eko Patrio mengungkapkan permohonan maaf melalui video. Permintaan maaf pertama kali disampaikan Eko Patrio.
Eko saat penyampaikan permohonan maaf didampingi sesama legislator DPR RI Sigit Purnomo Syamsuddin Said (Pasha Ungu).
“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan saya,” ujar Eko, Sabtu (30/8).
Setelah Eko, permohonan maaf disusul Uya Kuya. Uya Kuya merupakan anggota dewan melalui Dapil luar negeri. Sementara Eko Dapil DKI Jakarta.
“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” ucap Uya melalui unggahan di media sosial pribadinya.
Permohonan maaf itu dilayangkan setelah sekelompok orang menilai vidio berjoget dengan rekan-rekan DPR RI lain saat Paripurna di Gedung DPR RI sebagai bentuk tidak peka terhadap kondisi rakyat.
Video tersebut kemudian menjadi gejolak dan eskalasi demonstrasi bergulir berakhir penjarahan rumah dan pembakaran berbagai gedung milik pemerintah dan fasilitas umum.








