Makassar – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pucuk pimpinan Partai Golkar.
Dalam vidio yang beredar dan diterima redaksi bacaonline, Menteri Koordinator Bidang Perekomian itu mengungkapkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum.
“Dengan mengucapkan bismillahirahmanirrahim serta atas petunjuk Tuhan yang Besar maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar, pengunduran ini terhitung sejak semalam yaitu Sabtu (10/8),” kata Airlangga Hartarto.
Selain itu dalam vidio, Airlangga menyebutkan partai Golkar akan menyiapkan proses kedepan sesuai mekanisme organisasi.
Dalam vidio itu, Airlangga beberapa kali menyebut kata Demokrasi dan mengungkap keberhasilan partai Golkar dalam kegiatan Pemilu dan Pilres 2024.
Salah satunya, menjadi bagian dalam mengusung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029 terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Mundurnya Airlangga sebagai Ketua Umum memberi daya kejut bagi banyak orang, khususnya politikus dan kandidat bakal calon kepala daerah (Cakada) yang bakal berlangsung 27 November mendatang.
Sesuai aturan PKPU, bakal calon kepala daerah harus menyertakan surat rekomendasi B1-KWK yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Parpol aktif.
Wakil Ketua Umum DPP Golkar H.A.M Nurdin Halid ikut menanggapi pengunduran diri Airlangga sebagai Ketum. Menurut dia, Airlangga akan fokus di pemerintahan.
”Iye (mundur), pak Ketum mau fokus di kabinet, makanya menyatakan mundur,” kata Ketua Umum PP Pelti ini.
Terkait pengumuman pengunduran diri Airlangga jelang pesta demokrasi Pilkada 2024, NH melihat peluang perubahan dukungan bagi Cakada.
“Bisa (berubah), tergantung Plt Ketum nanti (pleno sebelum pendaftaran cakada tutup),” pungkasnya.







