Klinik Kesehatan Muhammadiyah Kembali Diresmikan, Lahir dari Angkatan Kepemudaan

banner 300300

Makassar – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Selatan resmi melaunching unit bisnis klinik kesehatan di Kabupaten Maros, Sulsel.

Peresmian ini sekaligus menjadi proyek perintis (pilot project) nasional dalam pengembangan pelayanan kesehatan berbasis organisasi kepemudaan.

Langkah ini diapresiasi berbagai pihak, termasuk Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia RI (KemenP2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel, Heriwawan, menyatakan bahwa pendirian klinik ini merupakan bagian dari gerakan kemandirian ekonomi organisasi.

“Ada semangat kemandirian yang ingin digelorakan, agar Pemuda Muhammadiyah mandiri secara finansial dan bisa memperbanyak unit bisnis. Klinik ini salah satu jalannya,” kata Heriwawan, Rabu (15/10).

Selain menjadi unit bisnis, klinik tersebut mengemban fungsi sosial, terutama dalam melayani masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

“Kami ingin membantu orang sakit, melayani masyarakat. Klinik ini tidak hanya soal profit, tapi juga pelayanan,” lanjutnya.

Klinik pertama didirikan di Maros karena wilayah ini dinilai memiliki kebutuhan tinggi akan layanan kesehatan primer. Terdapat tujuh kecamatan dengan jumlah penduduk besar, sementara akses ke rumah sakit masih terbatas.

“Kami ingin menjadi rujukan dari puskesmas-puskesmas, khususnya untuk layanan spesialis dasar,” jelas Heriwawan.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia RI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyebut inisiatif ini sebagai terobosan penting dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini adalah pilot project pertama yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah secara nasional. Harapannya, proyek ini bisa direplikasi di wilayah lain,” kata Dzulfikar.

Ia juga menambahkan, kehadiran fasilitas kesehatan seperti ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam pemerataan akses layanan kesehatan gratis.

“Kami mendorong peningkatan kualitas SDM dan fasilitas agar klinik-klinik seperti ini bisa menopang sistem kesehatan nasional.”sambung Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini.

Pada acara Grand Opening ini, turut hadir Bupati Maros, Dr. A.S. Chaidir Syam; Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, dr. Andi Afdal; sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Maros; serta Tokoh Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Pemuda Muhammadiyah Sulsel menargetkan pendirian lima klinik hingga 2028, dengan pengembangan berikutnya direncanakan di Kabupaten Bantaeng. (*)

banner 500350

Tinggalkan Balasan