BACAONLINE.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memenuhi undangan klarifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi terkait pengusutan dugaan korupsi di lingkup Kementan.
SYL diperiksa di Gedung ACLC KPK sejak pukul 09.00 WIB dan selesai pukul 13.30 WIB.
Mentan SYL mengungkapkan pemeriksaan dilakukan dalam rangka memberikan keterangan atas perkara dugaan tipikor di Kementerian tempat dirinya memimpin.
“Saya sudah diperiksa secara profesional, saya terima kasih dan saya tetap akan kooperatif kapan pun dibutuhkan saya siap hadir,” ujar Mantan Gubernur Sulawesi Selatan 2 periode ini, Senin (19/6).
Selain itu SYL mengutarakan kehadiran di KPK baru terlaksan berhubung beberapa hari terakhir sedang melakukan tugas kenegaraan di luar negeri dan dalam negeri.
“Hari ini saya memenuhi panggilan dari KPK, yang selama ini dua kali sebelumnya dipanggil, saya dalam kegiatan yang terkait kegiatan negara, kelompok kerja dan Penas (Pekan Nasional). Yang terakhir saya harus ke India dalam forum G-20, dan banyak pertemuan yang harus saya lakukan atas nama negara,” ujarnya.
SYL diperiksa selama kurang lebih 3,5 jam, SYL membeberkan sudah memberikan semua keterangan kepada pihak KPK. Ia pun selanjutnya akan siap berlaku kooperatif apabila diminta oleh KPK.
“Saya kooperatif diperiksa, sudah saya jawab. Silahkan tanya KPK (terkait pengusutan di Kementan),” pungkasnya.
Sebelumnya, KPK dikabarkan melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi di lingkup Kementerian Pertanian RI.
Berdasarkan informasi hasil gelar perkara yang diungkap oleh akun instagram @pedeoproject pimpinan KPK menyepakati Syahrul Yasin Limpo dan dua pejabat Kementerian Pertanian lainnya sebagai tersangka.
“Bahwa perkara dugaan TPK (tindak pidana korupsi) berupa penerimaan hadiah/janji/sesuatu oleh PN atau yang mewakilinya di lingkungan Kementerian Pertanian Th 2019-2023 (spnn.lidik-05/Lid.01.00/01/01/2023 tanggal 16 Januari 2023) disetujui untuk naik ke penyidikan dengan calon tersangka SYL (Menteri Pertanian RI tahun 2019 s/d 2024),” tulis akun @pedeoproject.
Pihak KPK melalui Direktur Penyelidikan Asep Guntur membenarkan ihwal infomasi tersebut. “Benar. Penyelidikan,” ungkap Asep beberapa waktu lalu.






