Makassar – Organisasi pengacara Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Makassar mengunjungi Mapolda Sulsel terkait kasus penembakan lawyer Rudi S Gani di malam pergantian tahun hingga membuat korban Rudi meninggal dunia.
Diterima Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisona di Mapolda Jalan Perintis Kemerdekaan, Peradi mengapresiasi komitmen Kapolda dalam membuka seterang-terangnya kasus yang menimpa sejawatnya tersebut.
“Jadi pertemuan hari ini adalah ada harapan besar dari kita pihak sebagai (profesi) pengacara dan kolega dari almarhum Rudi (Rudi S Gani) sebab Kapolda sendiri menerima kami dan memberikan instruksi kepada jajaran untuk bergerak (membuka kasus seterang-terangnya) tidak berhenti di sini saja,” ujar Tadjuddin Rahman dari Peradi Makassar.
Sementara itu H Hasman Usman menyebut Peradi Makassar sebagai organisasi tempat mendiang Rudi S Gani berhimpun sementara membuat tim tersendiri untuk melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dari tingkat penyelidikan dan seterusnya.
“Tentu, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dari tingkat penyelidikan dan penyidikan hingga terungkap sesungguhnya apa penyebab terduga pelaku tega melakukan hal demikian,” kata Hasman Usman.
Sebelum mengunjungi Kapolda, Organisadi Peradi Makassar lebih dulu melayat ke rumah duka Rudi S Gani di Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo Makassar.
Diberitakan sebelumnya,seorang pengacara menjadi korban penembakan dari orang tidak diketahui (OTK) di rumahnya saat momen pergantian tahun, Selasa (31/12) malam lalu.
Korban diketahui bernama Rudi S Gani warga Kaluku Bodoa Tallo dan ditembak petrus (penembak misterius) di rumah keluarganya di Kabupaten Bone, Sulsel. Korban Rudi sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dikabarkan meninggal dunia.








