Komandan Lantamal VI Makassar, Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat M mengatakan penembakan dilakukan Koptu SB terhadap dua remaja di Jalan Galangan Kapal Makassar berawal dari bentrokan antarwarga di Kecamatan Tallo. Andi Rahmat menjelaskan penembakan dilakukan Koptu BS karena merasa terancam akibat bentrokan warga di sekitar rumahnya. “Pada saat terjadi konflik, Koptu SB melihat rumahnya kena lemparan batu yang mengakibatkan kaca jendela rumah sebelah kanan pecah. Dengan dasar itulah Koptu SB mengambil senjata berupa senapan angin berjenis PCP di balkon lantai 2 rumahnya dengan maksud untuk membubarkan konflik yang terjadi antar warga tersebut,” ungkapnya di Mako Lantamal VI Makassar, Minggu (5/5/) saat konferensi pers. Andi Rahmat menyebut Koptu BS sempat menembak ke arah tiga orang yang sedang membawa parang di dekat rumahnya. Dari tembakan tersebut mengenai tubuh korban inisial FL. “FL terkena peluru di bagian dada sebelah kanan, namun sekarang korban dirawat intensif di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” bebernya. Usai tembakannya mengenai FL, selanjutnya Koptu BS melihat ada orang yang membawa senter dari sisi lain jalan tol. Saat itu, ada warga yang berteriak bahwa sosok yang membawa senter merupakan pelaku bentrokan. “Ada yang teriak ‘Itu pelakunya membawa senter Komandan’. Seketika itu Koptu BS langsung menembak ke arah orang tersebut dan mengenai kepala korban,” tuturnya. Tembakan Koptu BS tersebut ternyata mengenai kepala korban FL. Setelahnya, FL dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif. “Akibat luka serius di kepala tersebut korban dilarikan ke RS Bhayangkara namun sudah tidak tertolong lagi dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia, lanjut Danlantamal VI Makassar. Saat ini pelaku penembakan serta barang bukti senapan angin berjenis PCP sudah diamankan oleh pihak Polisi Militer Angkatan Laut Lantamal VI Makassar dan pelaku akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.






