Makassar – Rencana penampilan artis Pamela Safitri di tempat hiburan malam Exodus, pada 31 Agustus 2024 mendatang, mendapat penolakan keras dari masyarakat Makassar.
Penolakan ini menyebar di berbagai grup media sosial, menyebabkan kegaduhan dan desakan kepada pemerintah serta pihak terkait untuk segera mengambil tindakan tegas dengan tidak memberikan izin pelaksanaan acara tersebut.
“Kami kembali mengingatkan semua pihak, mulai dari Dinas Pariwisata, Kesbangpol, hingga instansi terkait di Pemkot, Pemprov, dan kepolisian, agar tidak memberikan izin untuk acara ini,” ujar Muhammad Zul Ketua Brigade Muslim Indonesia, Jumat (23/8).
Acara ini dianggap tidak memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah setempat, bahkan dinilai bisa merusak moral generasi muda di Kota Makassar.
“Saya rasa kegiatan ini sama sekali tidak membawa kebaikan, baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Malah, menurut saya, kegiatan ini akan merusak moral generasi kita,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan agar memberikan peringatan keras kepada kepala dinas terkait yang dinilai kurang tegas dalam menindak tempat hiburan malam tersebut.
“Saya juga ingin menyampaikan kepada Pj Gubernur Sulsel agar bersikap tegas terhadap Kadis PTSP, Pariwisata, dan Kasatpol yang saat ini terlihat mulai ragu-ragu untuk menindak tempat hiburan malam di Makassar,” lanjutnya.
Zul bahkan mengingatkan pihak-pihak terkait untuk tidak tetap menggelar acara tersebut. Untuk tidak segan datang ke acara untuk membubarkan, bukan untuk menonton.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah setempat terkait penolakan terhadap penampilan artis tersebut.








