Parepare – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menyerahkan rekomendasi kebijakan (policy brief) terkait perbaikan pengangkutan sampah di Kelurahan Lemoe, Bacukiki, Kota Parepare.
Langkah ini diambil guna mengatasi keterbatasan armada sampah yang memicu warga sekitar membakar sampah secara mandiri.
Inisiatif tersebut diusung oleh penanggung jawab program, Agnes Marcela Rombe, pada Senin (27/7).
Program ini juga mendukung pencapaian poin ke-8 dari 11 poin Sustainable Development Goals (SDGs) Unhas, yakni Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Agnes menjelaskan, penyusunan policy brief berawal dari survei observasi dan diskusi langsung dengan warga setempat.
Dari temuan di lapangan, banyak warga yang masih terpaksa membakar sampah akibat belum tersedianya jalur pengangkutan armada sampah di wilayah mereka.
”Masyarakat saat ini membakar sampah untuk mengatasi penumpukan sampah di RW 04 dan sebagian wilayah RW 03 karena truk sampah belum menjangkau wilayah tersebut,” kata Agnes.
Ia berharap dokumen rekomendasi kebijakan yang telah disusun tersebut dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam meratakan jangkauan armada persampahan.
”Kami berharap policy brief ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Dinas Lingkungan Hidup dalam pengambilan kebijakan terkait pelayanan pengangkutan sampah,” lanjutnya.
Rekomendasi tersebut direspons positif oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare.
Mahasiswa KKN Unhas pun berkesempatan berdiskusi langsung dengan Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan DLH Kota Parepare, Syah Rizal.
Syah Rizal menyampaikan apresiasinya atas masukan berbasis data lapangan yang disodorkan oleh para mahasiswa tersebut. Dokumen ini dinilai sangat membantu evaluasi pemetaan wilayah layanan sampah.
”Masukan dari adik-adik mahasiswa ini sangat baik dan penting bagi kami. Policy brief ini akan kami jadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam mengevaluasi dan merencanakan penambahan jalur pelayanan truk pengangkut sampah ke depannya,” jelas Syah Rizal.
Melalui dorongan kebijakan ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap pemerataan layanan pengangkutan sampah di Kelurahan Lemoe dapat segera terealisasi.
Selain menekan praktik pembakaran dan pembuangan sampah liar, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga lokal.







