Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) merancang inovasi program kesehatan hewan bertajuk SAPA TERNAK (Sadar Perawatan Ternak).
Kegiatan yang menggandeng BPP Baranti ini berlangsung di Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulsel, pada Kamis (23/7).
Program ini diprakarsai oleh A. Adetya Wulandari, mahasiswi Kedokteran Hewan Unhas, sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesehatan sekaligus produktivitas ternak sapi warga setempat.
Layanan Langsung dari Kandang ke Kandang
Berbeda dari sosialisasi biasa, program SAPA TERNAK menerapkan metode door-to-door dengan menyambangi langsung kandang para peternak.
Sebanyak 28 ekor sapi menjadi sasaran pelayanan kesehatan dasar yang dipadukan dengan sesi edukasi interaktif.
Inisiatif ini berawal dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih minimnya penerapan manajemen kesehatan ternak di Desa Passeno.
Beberapa masalah krusial yang ditemukan antara lain:
- Belum adanya pemeriksaan kesehatan sapi secara rutin.
- Pemberian obat cacing yang belum terjadwal.
- Keterbatasan pemahaman peternak terkait sanitasi kandang, biosekuriti, hingga pengenalan gejala awal penyakit.
Edukasi Interaktif dan Pemberian Vitamin
Rangkaian kegiatan diawali dengan wawancara singkat serta pre-test untuk memetakan kendala yang dihadapi peternak.
Mahasiswa kemudian melakukan pemeriksaan fisik umum pada sapi, dilanjutkan dengan pemberian vitamin dan obat cacing sesuai kebutuhan masing-masing ternak.
Tak hanya itu, mahasiswa juga membagikan brosur serta dua jenis poster edukasi. Poster tersebut memuat panduan langkah pencegahan serta informasi lima jenis penyakit umum pada sapi beserta tanda-tanda klinisnya agar dapat dideteksi lebih dini.
Para peternak menyambut kegiatan ini dengan antusias. Pendekatan tatap muka di kandang membuat mereka lebih leluasa berdiskusi mengenai masalah kesehatan hewan yang kerap dialami sehari-hari.
Dorong Capaian SDGs dan Dampak Positif
Melalui evaluasi post-test, tercatat adanya peningkatan pemahaman peternak yang signifikan mengenai pentingnya rutinitas perawatan, jadwal obat cacing, sanitasi, hingga tindakan biosekuriti pencegahan penyakit.
Selain memberi dampak langsung bagi masyarakat lokal, program SAPA TERNAK ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- Tujuan 2 (Zero Hunger): Melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan sektor peternakan.
- Tujuan 3 (Good Health and Well-being): Melalui penerapan kesehatan hewan yang terintegrasi dengan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.








