Makassar – Loyalis Andalan Hati Syawaluddin Arif menepis tudingan hubungan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wagub Fatma sedang tidak baik-baik saja.
Hal itu diungkapnya setelah video Gubernur Sulsel menghadiri Jambore Kepala Desa se-Sulsel serentak di Rindam XIV Pakatto, Gowa, Sulsel beredar dan tampak tidak saling bersalaman.
“Yang benar adalah Gubernur dan Wagub salaman setelah terang sebelum berfoto,” ungkap Syawaluddin Arif kepada baca online, Minggu (14/12).
Dia juga menerangkan Gubernur Andi Sudirman merupakan sosok yang sederhana dan tidak selalu mengikuti protokoler pejabat seperti pada umumnya.
“Menurut saya ibu wagub ajak berfoto gubernur itu hal biasa, apalagi setelah menghadiri acara resmi tentu sesi foto ini menjadi sangat penting. Selain kepentingan publikasi media juga sudah menjadi protap makanya selalu ada fotografer yg ikut. Memang biasanya MC yg menyampaikan agenda foto bersama, tapi kalau ibu wagub yg mengajak foto itu lumrah saja dan sangat biasa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman terlihat tidak menyalami Wakil Gubernur (Wagub) Fatmawati Rusdi saat tiba di Pakatto, Gowa, Jum’at (12/12).
Kehadiran Gubernur Andi Sudirman di Pakatto dan beberapa kepala daerah se-Sulsel dalam rangka Jambore Kades tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Rindam XVI Hasanuddin.
Kala tiba di lokasi, Andi Sudirman Sulaiman langsung menyalami orang-orang yang sudah menyambut. Tampak Bupati Pangkep Yusran Lologau bersalaman, disusul Bupati Bone Andi Asman, Bupati Sidendeng Rappang (Sidrap) Ir H Syaharuddin Alrif dan seseorang berkemeja ungu.
Gubernur Andi Sudirman lalu masuk, ke bagian tenda menyalami pejabat Rindam XIV Hasanuddin, namun terlihat samar sebab kondisi gelap dan Gubernur menyalami satu per satu.
Wagub Fatmawati yang berdiri di sampingnya, terlewat dalam momen salaman. Kendati demikian Wagub Fatma mengajak Gubernur foto bareng dengan kepala daerah yang hadir.
Diketahui, dalam acara tersebut, ribuan Kepala Desa di Sulawesi Selatan mengikuti pembekalan pemerintahan. Diharapkan kegiatan itu menambah wawasan aparatur desa dalam mengelola pemerintahan.








