Sidrap – Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program edukasi bertajuk “MAPPACCING” di Pondok Pesantren Nurul Azhar, Desa Talawe, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sabtu (25/7).
Program ini dihadirkan untuk menekan angka kasus penyakit gatal pada santri melalui penerapan kebersihan diri (personal hygiene).
Kegiatan di bawah bimbingan supervisor Dr. Ria Rezeki Sudarmin ini diikuti oleh 65 santri tingkat MTs dan MA. Para santri tampak antusias menyimak pemaparan materi hingga sesi diskusi.
Penanggung jawab kegiatan, Arjun, mengungkapkan bahwa program MAPPACCING dirancang berdasarkan data kesehatan setempat.
Berdasarkan data Pustu dan Poskesdes Desa Talawe tahun 2024, keluhan penyakit kulit atau gatal-gatal masuk dalam daftar sepuluh besar kasus kesehatan terbanyak.
”Lingkungan pondok pesantren yang bersifat komunal memiliki risiko penularan penyakit kulit yang lebih tinggi jika personal hygiene tidak diterapkan dengan baik,” ujar Arjun.
Melalui program ini, para santri mendapat pemahaman komprehensif mengenai penyebab penyakit gatal, pola penularan, hingga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Mahasiswa juga menekankan pentingnya tidak saling bertukar barang pribadi seperti handuk, pakaian, dan perlengkapan mandi.
Agar materi mudah diserap, penyampaian dilakukan secara interaktif menggunakan kombinasi presentasi, permainan edukatif, hingga pembagian stiker pengingat MAPPACCING.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Azhar menyambut baik edukasi ini. Menurutnya, pemahaman mengenai kebersihan diri sangat krusial untuk membentuk pola hidup sehat santri di lingkungan asrama.
Keberhasilan edukasi ini terbukti dari hasil evaluasi pre-test dan post-test. Terjadi peningkatan jumlah jawaban benar yang signifikan setelah materi disajikan, menandakan para santri memahami dengan baik pentingnya menjaga kebersihan diri.
Melalui edukasi MAPPACCING, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap para santri dapat secara konsisten menerapkan budaya hidup bersih sehingga risiko penularan penyakit kulit di lingkungan pesantren dapat diminimalkan.









