Operasi ASAP BC Sulbagsel Blok Kerugian Negara dari 83,9 Juta Batang Rokok Ilegal

banner 300300

Makassar – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan mencatat capaian positif sepanjang Semester I 2026.

Selain membukukan penerimaan negara sebesar Rp429,74 miliar, Bea Cukai juga berhasil menggagalkan peredaran puluhan juta batang rokok ilegal di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

banner 500350

Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Media Gathering yang digelar bersama insan pers di Makassar, 15 Juli 2026.

Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel, Martha Octavia, mengatakan hingga 30 Juni 2026 pihaknya telah merealisasikan penerimaan negara sebesar 80,59 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp533,26 miliar.

Kontributor terbesar berasal dari sektor Bea Masuk yang berhasil melampaui target. Dari target Rp352,40 miliar, realisasinya mencapai Rp375,28 miliar atau 106,49 persen.

“Capaian ini menunjukkan komitmen kami dalam menjaga keseimbangan antara fungsi pelayanan, fasilitasi perdagangan, dan pengawasan,” ujar Martha.

Di bidang pengawasan, Bea Cukai Sulbagsel mencatat peningkatan signifikan dalam penindakan barang kena cukai ilegal, khususnya rokok tanpa pita cukai.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Sulbagsel, Satya Nugraha, mengungkapkan sebanyak 83,98 juta batang rokok ilegal berhasil diamankan sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Nilai barang hasil penindakan tersebut mencapai Rp129,34 miliar dengan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp83,94 miliar.

“Kalau sepanjang tahun 2025 jumlah rokok ilegal yang diamankan sekitar 50 juta batang, maka dalam enam bulan pertama tahun ini sudah mencapai hampir 84 juta batang,” kata Satya.

Menurutnya, sebagian besar rokok ilegal yang ditindak berasal dari luar Sulawesi dan masuk melalui berbagai jalur distribusi. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari pengiriman menggunakan jasa ekspedisi dengan pemberitahuan barang yang tidak sesuai hingga penyamaran muatan di dalam kontainer.

Meski demikian, Satya menegaskan keberhasilan pengawasan tidak semata-mata diukur dari banyaknya penindakan yang dilakukan.

“Yang kami lakukan tidak hanya penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat. Kami berharap masyarakat memahami bahwa rokok ilegal memang lebih murah, tetapi merugikan negara,” jelasnya.

Untuk memperkuat pengawasan, Bea Cukai Sulbagsel juga mengintensifkan Operasi ASAP yang menyasar seluruh rantai produksi dan distribusi barang kena cukai ilegal.

Melalui sinergi pengawasan, pelayanan, dan edukasi kepada masyarakat, Bea Cukai Sulbagsel berharap penerimaan negara dapat terus meningkat sekaligus mempersempit ruang peredaran barang ilegal di wilayah kerjanya.

banner 500350

Tinggalkan Balasan

Baca Juga