OJK RI Sulselbar: Ekonomi Sulsel Tumbuh 5.01%, Angka Kemiskinan Juga Menurun

banner 300300

Makassar – OJK Sulselbar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar TPAKD Summit dan Forum Sinergi Ekonomi Daerah 2025 untuk memperkuat percepatan akses keuangan di seluruh wilayah Sulsel.

Acara ini dihadiri perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda), Forkopimda, pelaku jasa keuangan, serta para narasumber nasional.

Asisten I Pemprov Sulsel, Dr. Ishak Iskandar, yang mewakili Gubernur Sulsel, menegaskan bahwa inklusi keuangan menjadi prioritas strategis daerah.

“Percepatan akses keuangan merupakan mandat dari SNKI dan UU P2SK. IKAD akan menjadi instrumen penting dalam penyelarasan kebijakan dan penyusunan RPJMD 2025–2029,” ujarnya.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, memaparkan kondisi ekonomi Sulsel yang menunjukkan tren positif. “Ekonomi Sulsel tumbuh 5,01%, kemiskinan turun menjadi 7,60%, dan IPM meningkat menjadi 75,18. Stabilitas sektor jasa keuangan memberi kontribusi besar,” jelasnya.

Selain itu, sebagai lembaga negara yang mengawasi jasa keuangan, mengingatkan potensi ancaman keuangan ilegal. “Hingga November 2025, Satgas PASTI menghentikan 2.263 pinjol ilegal dan 354 investasi ilegal dengan potensi kerugian Rp142,22 triliun. Literasi dan perlindungan konsumen harus terus diperkuat,” tegas dia.

Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence, Sunarsip, menyoroti tantangan ekonomi global. “Kondisi global menuntut sektor keuangan lebih adaptif dan mampu mendorong pembiayaan produktif, terutama bagi UMKM,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Sulsel, Inyo, menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi 2026.

“Outlook Ekonomi Sulsel tetap positif, ditopang sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan dan komoditas unggulan daerah. Integrasi program TPAKD akan memperkuat upaya pengurangan kemiskinan,”katanya.

Sejumlah capaian TPAKD 2025 turut dipaparkan, antara lain perluasan ekosistem keuangan inklusif di desa prioritas, pembukaan lebih dari 2,15 juta rekening pelajar, percepatan implementasi QRIS, serta penguatan pembiayaan UMKM dan komoditas kakao.

Muchlasin menutup acara dengan pesan kolaboratif. “Sinergi lintas pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan akses keuangan yang merata dan meningkatkan ketahanan ekonomi Sulsel dan Sulbar,” ujarnya.

banner 500350

Tinggalkan Balasan