Makassar – Pengguna Bus Trans Sulsel menyebut kebijakan dimulainya tarif harus beriringan sosialisasi penggunaan transportasi publik.
Hal itu diungkapkan salah satu mahasiswa rute Makassar-Unhas, Senin (30/3) saat menunggu datangnya Bus Trans Sulsel.
“Saya dengar begitu pak sudah mulai dikenakan tarif mulai besok, tapi kita mahasiswi ada tarif khusus,” kata dia.
Kendati demikian, pihaknya berharap kedepan jika ingin ada kenaikan tarif untuk melakukan pertimbangan sosialisasi penggunaan transportasi umum sebagai bagian upaya mencegah kemacetan di Ibu Kota Makassar.
“Semoga ini tidak mengurangi niat pengguna transportasi umum,” ujar dia sembari berlalu saat Bus Trans Sulsel transit di Halte BCA Boulevard Makassar.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel mengungkapkan rencana Bus Trans Sulsel akan mulai berbayar pada 1 April 2026 mendatang setelah sebelumnya gratis sejak akhir tahun 2025 lalu.
Adapun biaya bus pengganti Bus Mamminasata ini ini dibanderol Rp 4.600 per penumpang setiap sekali perjalanan untuk semua koridor.
“Iya (pembayaran mulai 1 April 2026),” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Erwin Terwo membenarkan pembayaran itu, kepada Herald Sulsel, Minggu, 29 Maret 2026.
Pembayaran Bus Trans Sulsel ini akan sepenuhnya menggunakan pembayaran non tunai dan juga bisa melalui QRIS dan aplikasi pembayaran.
Tidak Ada Kartu Khusus
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sulsel, Setyawan Dwiharto Sutrisno, menegaskan bahwa penggunaan pembayaran nontunai ini guna memudahkan masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga menekankan Trans Sulsel tidak akan membebani masyarakat dengan sistem baru, dengan kartu khusus. Ia menegaskan bahwa tak ada kartu khusus.
“Tidak ada kartu khusus. Sistemnya sama seperti Bus Mamminasata. Apa yang dilakukan Teman Bus dulu, itu juga yang kita terapkan di Trans Sulsel,” ujar Setyawan kepada Herald Sulsel, 16 Januari 2026 lalu.
“Harganya sama dengan Bus Mamminasata,” kata Setyawan.
Rute Trans Sulsel
Trans Sulsel melayani masyarakat setiap hari mulai pukul 05.30 hingga 21.00 WITA, dengan pengoperasian dua shift pengemudi untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang.
– Koridor 1 Panakkukang Square–Pelabuhan Galesong Takalar (PP).
– Koridor 2 Kampus Unhas Tamalanrea–Stasiun Kereta Api Mandai melalui Bandara Sultan Hasanuddin.
– Koridor 5 Kampus Unhas Tamalanrea–Kampus Teknik Unhas Gowa (PP). (*)









