Mars Symbioscience by Mars Cocoa Research Station Pangkep Sulsel: Tantangan dan Kebutuhan Dunia

banner 300300

Pangkep – PT Mars Symbioscience Indonesia, unit bisnis dari Mars Incorporated, produsen cokelat selama lebih dari 100 tahun, hari ini mengadakan kunjungan media di fasilitas Riset Kakao Mars, yakni Mars Cocoa Research Station (MCRS) di Pangkep.

Acara ini bertujuan memberikan wawasan tentang berbagai upaya Mars dalam mengatasi tantangan utama industri kakao di Indonesia serta membahas komitmen perusahaan dalam mendukung rantai pasok kakao yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

banner 500350

Tantangan Industri Kakao di Indonesia

Petani kakao di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, seperti pohon yang menua, meningkatnya serangan hama, penyakit, termasuk Cocoa Pod Borer atau penggerek buah kakao dan Black Pod Disease atau penyakit busuk buah hitam.

Tantangan pertanian lebih luas lainnya juga
memperburuk kondisi ini, seperti penurunan kesehatan tanah, manajemen lahan yang kurang efektif, perubahan iklim, serta terbatasnya akses ke bibit unggul, terakhir pembiayaan.

Selain itu, riset kakao yang masih terbatas dan transfer teknologi yang belum optimal menyebabkan produktivitas yang rendah, bahkan hanya mencapai sepersepuluh dari potensi maksimalnya.

Investasi Mars dalam Riset Kakao di Indonesia

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Mars telah berinvestasi mendirikan fasilitas riset kakao di Tarengge, Luwu Timur (2012) dan Pangkep (2017), yang berfokus pada pengelolaan hama terpadu, pemuliaan tanaman, kesehatan tanah, dan peningkatan produktivitas lahan.

Baru-baru ini, Mars juga meresmikan Cocoa Advanced Research Laboratory (CARL) di Pangkep, sebuah laboratorium yang akan berperan penting dalam penelitian pertanian dan pengembangan teknologi guna mendukung petani di Indonesia.

Selain itu fasilitas riset ini merupakan bagian dari jaringan penelitian kakao global Mars, yang juga mencakup pusat riset di Brasil, Ekuador, dan Amerika Serikat yang

Membantu Meningkatkan Produktivitas dengan Praktik Bertani yang Lebih Baik

Salah satu temuan penting dari penelitian Mars adalah pentingnya peralihan dari sistem pertanian monoklonal (satu klon) ke multiklonal (beragam klon).

Banyak petani kakao di Indonesia selama ini hanya menanam satu jenis klon unggul yang tidak dapat melakukan penyerbukan sejenis, sehingga menyebabkan produktivitas yang rendah.

Agus Purwantara, Station Manager Mars Cocoa Research Station Pangkep, dalam kunjungan ini
menerangkan Riset Mars menunjukkan bahwa penggunaan beberapa jenis klon kakao unggul yang kompatibel dapat meningkatkan produktivitas hingga 50 persen.

“Praktik multiklonal bertujuan mengoptimalkan hasil panen kakao dengan memastikan kompatibilitas genetik antar klon. Setidaknya tiga klon yang kompatibel dan maksimal 60 persen dari klon ini harus disebar secara merata serta ditanam berdekatan agar proses penyerbukan dapat terjadi secara
optimal,” ujar Agus dalam siaran tertulisnya, Kamis (24/).

Selain itu, Mars juga mendorong praktik agroforestri kakao yang lebih beragam, yang dapat membantu meningkatkan ketahanan lahan dan produktivitas, sekaligus memberikan pendapatan yang lebih stabil bagi petani.

Dengan menanam berbagai jenis tanaman di sekitar pohon kakao, petani dapat lebih
terlindungi dari fluktuasi harga komoditas dan musim panen yang rendah. Pendekatan ini juga dapat membantu mengurangi dampak cuaca ekstrem, seperti kekeringan dan curah hujan tinggi, dengan memanfaatkan tanaman dengan toleransi berbeda terhadap kondisi lingkungan.

Memberdayakan Petani untuk Membangun Industri Kakao yang Lebih Tangguh

Agar hasil penelitian dapat diterapkan secara nyata, Mars telah membangun berbagai program pelatihan dan pendampingan bagi petani di Indonesia, seperti Mars Cocoa Academy dan Cocoa Development
Centers di Luwu Raya, Sulawesi Selatan.

Melalui fasilitas ini, para Associate Mars (sebutan untuk karyawan Mars) memberikan pelatihan kepada petani dalam praktik pertanian modern. Para petani yang
telah dilatih kemudian menjadi Cocoa Doctor/Agripreneurs-ahli dalam budidaya dan pengelolaan tanaman kakao yang membagikan ilmu yang diperoleh kepada komunitasnya.

Jeffrey Haribowo, Indonesia Corporate Affairs Director, mengungkapkan saat ini telah lebih ada ratusan cocoa doctor/agripreneuers. “Saat ini ada sekitar 300 Cocoa Doctor/Agripreneurs, termasuk yang dilatih melalui program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READ-SI) yang didanai oleh International Fund for Agricultural
Development (IFAD), Mars dan Kementerian Pertanian. Setiap Cocoa Doctor/Agripreneur dapat menjangkau sekitar 100-200 petani lainnya, membantu mereka meningkatkan produktivitas dan praktik pertanian, serta mempererat hubungan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan sejak
2012, untuk pelatihan agronomi sendiri, telah ada sekitar 5.000 peserta yang telah mendaptakan pelatihan tersebut,” pungkasnya.

Masa Depan Kakao yang Lebih Berkelanjutan

Seiring dengan komitmen Mars dalam riset kakao dan pengembangan rantai pasok yang lebih berkelanjutan, keberhasilan jangka panjang industri kakao di Indonesia juga bergantung pada kolaborasi yang erat antara semua pemangku kepentingan, khususnya pemerintah.

“Dengan membangun pemahaman bersama tentang tantangan dan peluang di industri kakao, serta menciptakan lingkungan pendukung yang memadai bagi petani, kita dapat memperkuat sektor kakao di Indonesia,” beber Jeffrey.

Dalam kesempatan yang sama, Kalpesh Parmar, General Manager, Mars Wrigley Asia menyampaikan adanya pendekatan yang lebih serius dengan petani yang berakar pada obsesi konsumen dan budaya.

“Indonesia terus menjadi pilar utama dalam strategi pertumbuhan kami di Asia dan performa kuat yang kami lihat di sini menjadi bukti dari pendekatan local first kami-yakni pendekatan yang berakar pada obsesi terhadap konsumen, relevansi budaya dan kemitraan jangka panjang dengan komunitas,” ucapnya.

“Di seluruh kawasan, kami fokus pada pertumbuhan berkelanjutan melalui inovasi, penguatan jalur distribusi dan kemitraan dagang, serta investasi dalam kapabilitas yang mempererat hubungan kami dengan konsumen. Investasi berkelanjutan kami dalam riset kakao dan pemberdayaan petani di
Indonesia mencerminkan komitmen kami tidak hanya untuk mengembangkan bisnis cokelat, tetapi juga memberikan kontribusi yang berarti bagi komunitas tempat kami beroperasi,” imbuh Kalpesh.

Rantai pasok kakao yang lebih tangguh sangat penting bagi Mars, industri secara keseluruhan, dan bagi kesejahteraan petani kakao. Dengan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produksi kakao.

Mars berupaya menciptakan ekosistem kakao yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, di mana semua orang diberdayakan untuk berkembang.

Tentang PT Mars Symbioscience Indonesia
PT Mars Symbioscience Indonesia adalah salah satu unit bisnis Mars, Incorporated, sebuah perusahaan global milik keluarga yang berkantor pusat di Mclean, Virginia, Amerika Serikat.

Kami telah beroperasi di Indonesia sejak tahun
1996 dengan pendirian pabrik pengolahan kakao pertama di Kawasan Industri Makassar atau KIMA, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan Mars di Indonesia mempekerjakan sekitar 275 Rekan Kerja dengan dukungan lebih dari 300 Kontraktor. Selain pabrik pengolahan kakao di Makassar, kami juga memiliki dua pabrik pengolahan biji kakao, di Kelurahan Noling dan Kecamatan Wotu, masing-masing terletak di Kabupaten Luwu dan Luwu Timur yang berfungsi sebagai
pusat pembelian dan tempat pengolahan biji kakao berkualitas tinggi untuk pabrik kami di Makassar.

Tentang Mars, Incorporated
Mars, Incorporated berpegang teguh pada keyakinan bahwa dunia yang kita inginkan esok hari dimulai dengan cara kita menjalankan bisnis hari ini. Sebagai perusahaan keluarga bernilai lebih dari $50 miliar, Mars memiliki portofolio yang luas dan terus berkembang, mencakup produk perawatan serta layanan kesehatan yang mendukung kesejahteraan hewan kesayangan di seluruh dunia, serta berbagai produk makanan dan camilan berkualitas yang
dinikmati oleh jutaan orang setiap hari. Kami memproduksi beberapa merek paling digemari di dunia, termasuk ROYAL CANIN®️, PEDIGREE®️, WHISKAS®️, CESAR®️, DOVE®️, EXTRA®️, M&M’S®️, SNICKERS®️, dan BEN’S
ORIGINAL™️. Jaringan rumah sakit hewan kami yang tersebar secara global, termasuk BANFIELD™️, BLUEPEARL™️,
VCA™️, dan ANICURA™️, menyediakan layanan kesehatan hewan mulai dari pencegahan, perawatan umum, spesialis, hingga darurat. Selain itu, bisnis diagnostik hewan kami, ANTECH®️, menghadirkan teknologi diagnostik
inovatif untuk mendukung kesehatan hewan kesayangan. Lima Prinsip Mars-Kualitas, Tanggung Jawab, Mutualitas, Efisiensi dan Kebebasan-menginspirasi lebih dari 150.000 Associates kami untuk bertindak setiap hari
demi menciptakan dunia yang lebih baik bagi manusia, hewan kesayangan dan bumi ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Mars, silakan mengunjungi www.mars.com.

banner 500350

Tinggalkan Balasan