BACAONLINE.ID, MAROS – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Effendi kagum dan takjub saat tiba di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal itu dikatakan mantan aktor Indonesia tersebut sesaat menginjakkan kaki di Butta Salewangang Maros, Kamis (9/11).
Dede Yusuf mengatakan Kabupaten Maros cocok menjadi destinasi wisata prioritas sebab memiliki tujuan destinasi wisata yang indah dan fasilitas memadai.
Selain itu Maros memiliki akses yang terhitung mudah bagi para pelancong.
”Begitu mendarat kita bisa langsung sampai di destinasi-destinasi tersebut. Kedua, Maros dengan surga geopark nya sudah punya branding di skala dunia,” katanya di Maros, Kamis (9/11).
Selanjutnya, Dede mengutarakan adanya dukungan pemerintah dalam melindungi, melestarikan dan mempertahankan cagar budaya menjadikan Maros semakin dilirik.
Meski begitu Dede Yusuf tetap meminta beberapa hal agar Kabupaten Maros semakin diminati pelancong, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Khususnya kebudayaan, kemajuan kebudayaan masih butuh perlindungan dan peningkatan potensi.
”Akan lebih bagus lagi jika dilakukan perlombaan pada generasi milenial atau zilenial. Agar lontara bisa turun ke generasi berikutnya, bisa saja dinyanyikan, diprosakan, dipuisikan,” ujar Dede.
Yang membuat Dede Yusuf semakin kagum adalah kerja-kerja pemerintah tingkat desa, pemerintah tingkat daerah, provinsi hingga pusat mampu menjadikan Maros dan (Pangkep) masuk menjadi Kawasan UNESCO Global Geopark.
”Sangat luar biasa, bukan hal yang mudah untuk masuk sebagai 10 kawasan Geopark di Indonesia. Saya dengar Geopark inu pernah hampir rusak karena adanya aktivitas tambang dan pabrik semen di sekitar kawasan, namun dengan hebatnya dapat dikelola dan masih menjadi kawasan ekowisata,” tuturnya.
Sementara itu Bupati Kabupaten Maros, HAS Chaidir Syam mengungkap cerita yang tak pernah diungkap ke publik, yakni adanya tawaran kerjasama dengan korporasi untuk mengekpolari kawasan karst Maros, namun ditolak pemkab.
”Saya bersama ibu Wabup sempat ditawari kerjasama. Karst ini kan salah satu bahan paling baik dalam pembuatan semen. Tapi kami menolak dengan prinsip, kawasan kars ini akan menjadi warisan keindahan bagi generasi Maros kedepan,” katanya.







