Luwu Utara – Sejumlah warga yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Korban Banjir Malangke Raya (Alkobar) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Luwu Utara (Lutra).
Aksi mereka menuntut Pemda Lutra bertanggungjawab atas ketidakmampuan mengelola tanah leluhur di Malangke. Apalagi, di sana, terdapat makam beberapa seperti Makam Raja Luwu ke-15 Andi Pattiware Pati Arase Daeng Parabung Sultan Muhammad Putra Matinroe Ri Pattimang atau dikenal sebagai La Pattiware.
“Dan tahun 2024, dalam sejarah cagar budaya ini komplek makam datu luwu ke-15 terendam banjir,” Jenderal Lapangan Aksi Herwin, Senin (5/8) dalam siaran resminya.
Ini merupakan teguran sekaligus tamparan keras bagi Kabupaten Luwu Utara, khususnya Pemerintah Daerah Lutra yang tidak memberikan solusi sama sekali terhadap apa yang menimpa makam Datu Luwu ke-15.
Selain banjir menenggelamkan Makam Datu Luwu ke-15, banjir juga merusak pertanian serta pemukiman penduduk.
Akses jalan terputus hingga roda ekonomi lumpuh jadi alasan Alkobar turun ke jalan meminta perhatian Pemda Lutra memberikan solusi.
“Mari mengajak sanak saudara dan saudari sama-sama melakukan protes, menyampaikan keluh kesah kita, mengetuk pintu mewah gedung pemerintah daerah dan membangunkan mereka. Sampaikan kalau hari ini kita benar-benar butuh penanganan secepatnya,” pintanya.
Adapun tuntutan aksi mereka yakni;
1. Pemda harus segera mengatasi permasalah banjir di Malangke, dengan menutup Aliran sungai Baliase yang masuk ke aliran sungai Masamba, yang di mana saat ini kurang lebih 90% air sungai baliase masuk ke aliran sungai Masamba sehingga mengakibatkan luapan air di sepanjang aliran sungai Masamba yang melintas di kecamatan Malangke
2. Kami meminta hasil SID (Survey Investasi dan Design) Sungai Masamba yang menjadi dasar untuk mengetahui apa permasalahan di sungai Masamba kenapa bisa terjadi banjir terus menerus
3. Membuat jalan alternatif atau mencari jalan Alternatif dan memperbaiki jalan tersebut, sebagai pilihan kedua ketika jalan yang di daerah labalubu tergenang banjir
4. Sebagai penanganan jangka panjang kami meminta Pemda untuk segera melakukan normalisasi sungai Masamba Dan sungai Pattimang.(*)








