Makassar – Ketua Karang Taruna (KT) Kota Makassar Muhammad Zulkifli mengungkapkan ribut-ribut aktivitas ibadah agama tertentu di kawasan Tamalanrea seharusnya dimaknai bijaksana.
Kata dia, begitu menerima laporan terkait adanya pihak yang menolak aktivitas ibadah, ia langsung berkoordinasi dengan Camat Tamalanrea, Polsek, hingga Wali Kota dan Kapolrestabes Makassar.
Pemerintah Kota Makassar bersama jajaran aparat keamanan memastikan umat Nasrani tetap dapat melaksanakan ibadah seperti biasa, pasca insiden penolakan yang terjadi pada Minggu lalu.
“Alhamdulillah respon beliau-beliau semua sangat baik. Bapak Wali Kota langsung menginstruksikan camat dan Kesbangpol untuk turun, Kapolres juga langsung arahkan Kapolsek untuk segera turun dan memastikan situasi kondusif,” jelas Zulkifli.
Langkah cepat ini berujung pada pertemuan awal bersama unsur tripika di lokasi, kemudian dilanjutkan dengan rapat di Balai Kota pada Selasa 22 juli 2025. Dari hasil diskusi tersebut, disepakati bahwa saudara-saudara umat Nasrani tetap dapat melaksanakan ibadah seperti biasa, sesuai aturan yang berlaku.
Zulkifli menegaskan pentingnya menjaga toleransi dan tidak mudah terprovokasi. “Negara menjamin hak setiap orang untuk beribadah, terlepas dari apapun agamanya. Mari tetap bersyukur jika masih ada orang yang berdoa di sekitar kita, walau cara mereka berbeda dengan kita,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyikapi perbedaan. “Kalau ada saudara kita yang beragama lain sedang beribadah, jangan dipersulit. Klarifikasi dulu secara bijak apakah kelompok ini legal, terdaftar di Kementerian Agama, dan yang terpenting bukan bagian dari kelompok ekstrem,” tambahnya.
Kesepakatan ini diharapkan dapat mengakhiri polemik serta memastikan Makassar tetap menjadi kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.








