Camat Panakkukang Syahril Ngopi di Warkop 17 Djusman AR: Ada Sarabba dan Buku

banner 300300

Makassar – Selepas tugas kantor sebagai Camat, Syahril Camat Panakkukang menjalin silaturahmi dengan owner Warung Kopi 17 Djusman AR, Senin (07/9) malam.

Warkop 17 menjadi saksi ruang belajar dan diskusi hangat Syahril dan Djusman AR yang dikenal sebagai aktivis anti korupsi di Sulsel.

Bukan sekadar ngopi melepas penat, pertemuan santai selepas jam kantor di Kedai 17 ini, juga jadi ruang dialog untuk memperkuat integritas dan transparansi pengelolaan keuangan publik.

“Sebagai pengelola uang rakyat tentunya kami ingin mendapatkan masukan kritikan dan upaya kami untuk membangun transparansi bersih dan bebas korupsi hal poin yang kami dapatkan dari diskusi,” ujar Syahril dalam keterangannya.

Dia menyebut kopi di Warung Kopi 17 tidak hanya menjajakan kopi, melainkan tersedia menu lain seperti Sarabba.

Menariknya, Warung Kopi 17 milik Djusman AR menyediakan ruang literasi seperti buku-buku bacaan ringan hingga yang filosopis.

Deretan buku yang berjejer di sudut ruangan menyuguhkan inspirasi segar—sebuah nilai tambah yang jarang ditemui di warkop-warkop kawasan Panakkukang pada umumnya.

​Djusman menurut, Syahril adalah sosok sederhana, itu sebabnya mudah bergaul dan meski dikenal sebagai pelopor antikorupsi.

Usai menikmati kopi, Syahril mengungkapkan banyak belajar dari hasil diskusi, salah satunya kehati-hatian. Ia, menilai korupsi tidak hanya soal uang, namun kebijakan dan maladministrasi bisa berujung tindakan rasuah.

“Bagaimana tentang diskusi itu adalah niat hati yang sangat perlu dijaga dan integritas yang harus dipertahankan yang kedua bagaimana beliau menekankan perlunya kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan perlunya mempelajari aturan yg mengikat terkait proses-proses keuangan,” pungkasnya.

banner 500350

Tinggalkan Balasan

Baca Juga