BACAONLINE.ID, MAKASSAR — Beredar di media sosial Instagram tagar #saveUNM dan #selamatkanUNM buntut salah pihak calon Pemilihan Rektor (Pilrek) Prof Ichsan Ali mengaku khusus terbang ke Jakarta ke kantor Mendikbudristek Nadiem Makarim membawa sembilan catatan kejanggalan.
Seperti unggahan akun @infounm sekitar 21 jam lalu, postingan tersebut disukai 1.185 dengan 31 beragam komentar.
“Baru ini ada prof berani bersuara setelah 8 tahun, lanjutkan,” kata @hahahanuputria sembari menambah ikon api api dan simbol air mata.
Berbeda dengan akun @hahahanuputria, akun @andisyamsu.a ikut menimpali unggahan akun @infounm dengan komentar UNM butuh perubahan. “UNM butuh perubahan,” cuitnya.
Sementara @andiwinawulandari menggaungkan tagar #selamatkanUNM dan #saveUNM.
“Selamatkan marwah kampus oranye,” tulis Andi Wina Wulandari dengan emoticon sedih.
Diberitakan sebelumya, Calon Rektor UNM masa bakti 2024-2028 Prof Ichsan Ali melaporkan dugaaan kecurangan Pilrek ke Menteri Nadiem Makarim.
“Ada 9 catatan kita bawa ke Kemendikbud, hari ini baru tiba dari Jakarta dan disambut hangat Kemendikbud,” kata Prof Ichsan Ali kepada wartawan di Menara Pinisi UNM, Jumat (1/3).
Dia menilai banyak kejanggalan selama proses Pilrek berlangsung, bahkan dirinya sudah mempersiapkan secara matang dan dianggapnya sebagai indikasi kejanggalan yang kuat. Salah satunya tidak dilibatkannya BLU UNM selaku Dewan Pengawas kampus sejak awal proses pemilihan.
Prof Ichsan meyakini dukungan sivitas akademika kampus oranye terhadap dirinya begitu besar sehingga akan memudahkan laporan dan akan melahirkan pimpinan yang baik untuk UNM.






