Gowa – Sebanyak 3 orang pendaki berhasil dievakuasi Basarnas yang mengalami cedera dan gejala hipotermia setelah melakukan pendakian di Gunung Bawakaraeng pada, Kamis (12/4) malam.
Kronologi kejadian dimulai saat Tim Rescue Kansar Makassar menerima informasi dari seorang bernama Puja, Kepala Pelaksana Harian KPA Hijau Bawakaraeng, pukul 19:30 WITA.
“Bahwa dua orang korban, Ulan (18 tahun) dan Diva (21 tahun), beserta 10 anggota lainnya dalam kelompok pendakian tektok (pulang-pergi), mengalami cedera pada kaki dan gejala hipotermia yang memerlukan bantuan SAR,” ujar Puja.
Pukul 22:20 WITA, Tim Rescue Basarnas Makassar segera bergerak menuju Lokasi Kejadian Kecelakaan menggunakan Rescue Car dan membawa peralatan evakuasi.
Pada pukul 02:30 WITA keesokan harinya, Tim Rescue tiba di Gunung Bawakaraeng dan bergerak ke POS 8 untuk memulai evakuasi korban.
Jam 04:30 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Ulan (18), Diva (21), dan salah satu temannya dalam keadaan cedera. Mereka langsung dievakuasi ke Posko Registrasi Bulu Ballea. Jam 07:30 WITA, tim tiba di Posko tersebut dan menyerahkan korban kepada tim registrasi untuk penanganan lebih lanjut.
“Operasi pencarian dan penyelamatan dianggap selesai pada pukul 07:40 WITA, dengan semua unsur kembali ke kesatuan masing-masing,” ujar Basarnas dalam siaran tertulisnya.
Tim evakuasi tiba di Posko Bulu Ballea bersama korban yang cedera pada pukul 05:30 WITA, sementara korban yang mengalami sakit asam lambung masih dalam proses evakuasi menuju posko tersebut.
Seluruh operasi SAR ini dilakukan dengan dukungan penuh dan koordinasi yang baik antara tim SAR, KPA Hijau Bawakaraeng, dan pihak terkait lainnya.


![BOID_1-131 [Foto] Proses evakuasi Pendaki Tektok saat alami hipotermia-cidera waktu pendakian ke Gunung Bawakaraeng. (Assets:KKP Makassar](https://bacaonline.id/wp-content/uploads/2025/04/BOID_1-131.avif)






