Aliansi Warga BTP Makassar Gelar Unjuk Rasa Tuntut SMAN 21-Disdik Sulsel Transparansi SPMB 2025

banner 300300

Makassar – Aksi unjuk rasa dilakukan di depan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 21 BTP Kota Makassar, Sulsel, pada Senin (14/7).

Aliansi yang mengatasnamakan Masyarakat BTP Menggugat meminta pertanggungjawaban pihak SMA Negeri 21 atau Dinas Pendidikan (Disdik) Pemprov Sulawesi Selatan atas adanya perubahan siswa lolos dari 40 menjadi 36 secara mendadak.

banner 500350

“Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi maka sebuah hal yang lumrah jika mahasiswa dan masyarakat menyampaikan aspirasi di depan umum. Apalagi hal yang kemudian terjadi langsung bersangkutan dengan kehidupan jangka panjang masa depan bangsa Indonesia. Maka demi menjaga stabilitas kehidupan sosial bermasyarakat dan pendidikan di Sulawesi Selatan maka permaslahan yang ada harus segera diselesaikan,” kata pengunjuk rasa melalui pengeras suara megaphone.

Tampak pihak SMAN 21 BTP Makassar memantau melalui teralis pagar sekolah. Beberapa demonstran memegangi spanduk bertuliskan seruan “Meminta Pihak Panitia SPMB 2025 Mempertanggungjawabkan Sosialisasi  dan Pihak Sekolah untuk Transparansi Penerimaan Peserta Didik Baru 2025.” Sementara warga mengambil alternatif lain untuk melintas disebabkan aksi tersebut diwarnai bakar ban bekas.

Lebih lanjut mereka menyebut negara melalui oknum-oknum pemerintahan justru membuat anak bangsa semakin cidera dengan sistem kapitalis.

Hal itu dinilai sebagai, pondasi awal lahirnya generasi buruk di Indonesia sebab ditempa pendidikan serba matearilisme.

“Dari sini kita belajar bahwa kenapa anak bangsa kebanyakan antri untuk bekerja setelah lulus dari pendidikan yang ditempuh karena mereka dipaksa punya materi dan pendidikan kita bukan menghasilkan aset berharga tetapi yang dihasilkan yakni manusia hasil ternak yang tidak mampu punya daya saing pikiran,” serunya.

Gerakan ini dibangun atas dasar konsisten pengawalan terhadap pendidikan yang semakin terbatas untuk mereka yang ingin melanjutkan sekolah, bahkan Undang-undang selalu merestui anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya dan berkontribusi setelah mereka lulus.

Namun realitanya pendidikan itu hanya berlaku untuk orang-orang yang punya kuasa dan materi, Pemerintah khsusunya bidang pendidikan juga seolah-olah menjadi makelar menjual kursi peserta didik bagi mereka yang mampu membayar, tidak lagi menjadi ruang kehidupan yang menyeleksi para calon pemimpin tetapi menjadi ruang gelap bagi mereka yang punya pikiran dan cita–cita untuk berkontribusi bagi bangsa.

Oleh kerena itu dari Aliansi Masyarakat BTP melakukan aksi unjuk rasa guna menjaga stabilitas penegakan keadilan di Indonesia menuntut;

1. Meminta kepada panitia SPMB dan Kepala sekolah SMAN 21 Makassar untuk mempertanggungjawabkan terkait sosialisasi yang berubah dari 40 siswa menjadi 36.
2. Meminta transparansi data penerimaan siswa di SMAN 21 Makassar.
3. Copot Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan karena diduga telah membuat sosialisasi kebohongan kepada masyarakat.

banner 500350

Tinggalkan Balasan