Aktivis ProDEM Soroti SDN Pemda Makassar Kabarnya Terima 11 Calon Murid Secara Ilegal

banner 300300

Makassar – Ketua Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Sulawesi Selatan (Sulsel) ikut menyuarakan keresahan orang tua murid yang gagal lolos akibat dugaan adanya keterlibatan pihak internal dalam meloloskan anak di sekolah tertentu.

Dia menilai pendidikan di Kota Makassar semakin mundur dan mendidik dengan praktik tidak berpendidikan yang seharusnya menjadi dasar atau pondasi awal pembangunan karakter anak bangsa.

“Sejatinya sekolah adalah tempat utama bagi para generasi muda untuk mendapatkan pendidikan malah disusupi dengan hal-hal serupa. Lebih mirisnya lagi kecurangan ini diduga kuat dilakukan oleh pejabat pejabat yang memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat,” kata Indra Tyson kepada baca online, Sabtu (12/7).

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 calon murid di SD Inpres Unggulan Pemda Kota Makassar disinyalir masuk melalui cara-cara ilegal. Hal itu mencuat  setelah diungkap Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Komplek).

Sekjen L-Komplek Ruslan Rahman menyebut temuan mencengangkan tersebut. Artinya 11 calon murid itu mengambil hak jalur domisili dan nondomisili (afirmasi).

“Ini bukan kelalaian administratif biasa. Kami menduga ada pola sistematis untuk menutup akses pendidikan bagi siswa miskin demi mengakomodasi anak anak dari kalangan elite,” tegas Ruslan kepada awak media surat kabar , Kamis (10/7).

Dia menuturkan, dua dari 11 calon murid yang dipaksa lolos adalah dua siswa kembar yang disebutnya tidak terdapat di daftar sistem spmb.makassarkota.go.id tetapi setelahnya sudah dinyatakan lolos.

“Ini adalah bentuk penyalahgunaan jabatan yang terang-terangan. Jika tidak segera ditindak, praktik seperti ini akan terus mencederai prinsip keadilan dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.

Kami mencoba menghubungi Ketua Panitia PPDB SPMB Dinas Pendidikan Kota Makassar meminta respons terkait peristiwa di atas. Namun belum memberikan tanggapan.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman melalui sambungan Whatsapp juga belum memberikan tanggapan.

Kami menanti respons pihak Disdik Kota Makassar dan Kepala Sekolah UPT SPF SDN Inpres Ungulan Pemda Makassar dengan menghubungi kolom ruang hak jawab dalam artikel ini. Atau memberikan sanggahan melalui email admin@bacaonline.id.

banner 500350

Tinggalkan Balasan