Makassar – Universitas Hasanuddin terus memperkuat transformasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui penguatan peran dosen pendamping KKN (DPK) sebagai motor penggerak program pengabdian yang lebih inovatif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.
Melalui KKN Gelombang 116, Unhas menghadirkan berbagai pengembangan skema tematik yang dirancang untuk menjawab kebutuhan daerah, mendorong inovasi desa, hingga memperluas jejaring kolaborasi nasional dan internasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis Dosen Pendamping KKN Gelombang 116 yang berlangsung di Ruang Arsyad Rasjid, Kamis (21/5).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para dosen pendamping agar mampu mengawal pelaksanaan KKN yang lebih terukur, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan pembangunan masyarakat saat ini.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. drg. Muhammad Ruslin, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN Unhas terus mengalami transformasi, tidak lagi sekadar menjadi program pengabdian rutin mahasiswa, tetapi berkembang sebagai ruang integrasi antara pembelajaran akademik, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Transformasi KKN hadir sebagai langkah pembaruan dari pola konvensional menuju pendekatan yang lebih adaptif, partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan KKN kini tidak lagi sepenuhnya ditentukan dari kampus, melainkan disusun secara agile berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan mitra di daerah.
Dalam skema baru tersebut, dosen pendamping dan mahasiswa didorong menjadi penggerak sekaligus duta inovasi yang mampu menghadirkan solusi kreatif bagi berbagai persoalan masyarakat.
Karena itu, peran DPK dinilai semakin strategis dalam memastikan program KKN berjalan lebih terarah, relevan, dan memberikan dampak nyata di lapangan.
“Selama ini KKN Unhas telah memiliki banyak tema dan pendekatan yang berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Namun, kami terus melakukan berbagai perbaikan dan penguatan agar pelaksanaan KKN semakin adaptif, inovatif, dan memberikan dampak nyata, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” jelas Prof. Ruslin.
Partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan juga menjadi landasan utama dalam transformasi tersebut. Mahasiswa diberikan ruang untuk memilih tematik yang sesuai dengan minat dan kompetensinya sehingga program yang dijalankan menjadi lebih relevan, kolaboratif, dan mampu menjawab kebutuhan daerah secara langsung.
Pada pelaksanaan KKN Gelombang 116, Unhas melibatkan sebanyak 5.330 mahasiswa yang terdiri atas 1.751 laki-laki dan 3.579 perempuan.
Para mahasiswa tersebut akan didampingi lebih dari 200 dosen pendamping KKN yang berasal dari berbagai fakultas dan disiplin ilmu di lingkungan Unhas.
Besarnya jumlah peserta memperlihatkan komitmen Unhas dalam memperluas kontribusi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian berbasis masyarakat.
Kehadiran mahasiswa lintas disiplin diharapkan mampu menghadirkan solusi yang lebih komprehensif terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga pengembangan potensi desa.
KKN Gelombang 116 sendiri terdiri atas empat skema utama, yakni inovasi desa, kolaborasi institusi, jejaring internasional, dan skema khusus.
Keempat skema tersebut dirancang untuk memperkuat fleksibilitas pelaksanaan program sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional.
Untuk pelaksanaan tahun ini, lokasi KKN tersebar di 22 kabupaten/kota, mencakup 22 kecamatan dan 597 desa/kelurahan. Selain pembekalan teknis, kegiatan bimbingan teknis juga menghadirkan sejumlah materi strategis mulai dari transformasi KKN, penguatan karier akademik DPK, pengenalan sistem informasi dan rubrik penilaian, hingga penyusunan program kerja dan hilirisasi kegiatan pengabdian.
Melalui pendekatan tersebut, proses penempatan dan pemilihan lokasi KKN menjadi lebih terarah serta selaras dengan potensi dan tantangan daerah sasaran.
Dengan semangat keberlanjutan, Unhas berharap pelaksanaan KKN mampu membangun kolaborasi jangka panjang bersama pemerintah maupun institusi mitra demi menciptakan program pengabdian yang tidak hanya hadir sementara, tetapi juga meninggalkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.







