Sidang Umum Majelis 3 HIMPUNI Lahirkan Brigade Pangan, Upaya Wujudkan Swasembada Tanah Air

banner 300300

Makassar – Himpunan Organisasi Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) kini tengah menggerakkan Brigade Pangan sebagai upaya mempercepat swasembada pangan.

Dalam Sidang Umum Majelis ke-III di Makassar, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam sektor pertanian.

banner 500350

Mentan Amran menyebut bahwa percepatan swasembada bisa dilakukan dengan mencetak lahan baru dan mengoptimalkan yang sudah ada. Menurutnya, potensi Indonesia dalam bidang pertanian akan lebih maksimal jika sumber daya manusia yang ada ikut bergerak bersama.

“Jika Himpuni dengan jutaan anggotanya ikut turun tangan, kita bisa membangun ketahanan pangan yang lebih kuat. Pertanian adalah sektor strategis yang harus kita kembangkan bersama,” ujar Amran dalam acara yang digelar Jumat (21/02).

Saat ini, pemerintah tengah mengerjakan cetak sawah baru di Merauke, Papua Selatan, dengan teknologi mekanisasi. Selain itu, optimasi lahan pertanian juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi swasembada pangan yang lebih cepat dan efisien.

Amran menegaskan bahwa sektor pertanian menawarkan peluang besar bagi generasi muda. Di Merauke, misalnya, petani muda bisa meraup pendapatan bersih hingga Rp20 juta per bulan. Begitu juga di Aceh, sektor pertanian terbukti menguntungkan dengan pendapatan harian yang bisa mencapai Rp3 juta.

Selain itu, hilirisasi produk pertanian juga menjadi fokus utama. Sebagai contoh, harga kakao dan mete yang awalnya Rp26 ribu per kilogram bisa meningkat menjadi Rp1 juta per kilogram jika diolah menjadi cokelat mete. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tambah produk sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan petani.

Lebih lanjut, Mentan menyoroti langkah efisiensi yang tengah dilakukan pemerintah. Berbagai penghematan dilakukan, termasuk pada anggaran perjalanan dinas dan operasional kementerian. Tujuannya adalah agar dana lebih banyak dialokasikan untuk kepentingan rakyat.

“Kita sedang membangun kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat. Harga listrik turun, biaya haji turun, subsidi pupuk meningkat, dan benih tersedia. Semua ini adalah langkah menuju ketahanan pangan yang lebih baik,” jelasnya.

Amran juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar hasil ekspor dikembalikan untuk kepentingan nasional. Selain itu, Danantara sebagai lembaga investasi baru diharapkan dapat memperkuat sektor pangan Indonesia di masa depan.

“Kita harus menjadikan pangan sebagai senjata strategis. Dengan kebijakan yang tepat, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia,” pungkasnya.

banner 500350

Tinggalkan Balasan