Makassar – Penguatan ekosistem digital di kawasan Indonesia Timur makin bergairah. Dua kampus swasta dan negeri ternama di Sulawesi Selatan, Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI), resmi menyatukan misi strategis untuk mendongkrak riset sains data dan pendidikan teknologi.
Langkah ini mempertemukan Ketua Tim Riset Data Science and Artificial Intelligence (DSAI) Unhas, Prof. Dr. Armin Lawi, dengan Dekan Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) UMI, Ir. Purnawansyah. Pertemuan tersebut juga dihadiri langsung oleh Wakil Dekan I Fikom UMI, Ir. Yulita Salim.
Prof. Armin Lawi menegaskan pentingnya riset sains data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar canggih di atas kertas.
”Perkembangan teknologi informasi dan sains data tidak boleh sekadar berorientasi pada kecanggihan algoritmik semata, melainkan harus mampu menjawab kompleksitas persoalan riil di masyarakat,” kata Prof. Armin dalam keterangannya, Rabu (23/9).
Menurut Prof. Armin, sinergi ini menjadi kunci agar transformasi digital di Indonesia Timur tetap berjalan di atas koridor akademik yang kokoh dan berintegritas.
”Sinergi lintas institusi di Indonesia Timur ini merupakan langkah esensial untuk memastikan bahwa transformasi digital berjalan di atas koridor akademik yang benar dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di sisi lain, Dekan Fikom UMI Ir. Purnawansyah menyoroti pentingnya hilirisasi riset kampus agar mampu mencetak talenta digital yang siap menghadapi disrupsi teknologi.
”Kita ingin memastikan perguruan tinggi di Makassar tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi motor penggerak utama dalam kedaulatan teknologi nasional,” tegas Purnawansyah.
Purnawansyah menambahkan, Fikom UMI berkomitmen menyelaraskan kurikulum, standar kompetensi profesional, hingga riset terapan demi melahirkan lulusan yang adaptif.
Kehadiran Yulita Salim selaku Wakil Dekan I Fikom UMI makin memperkuat komitmen kedua pihak. Sinergi ini diharapkan mempercepat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengembangan riset berbasis AI, tata kelola data publik, serta pencetakan generasi teknologi yang beretika di kawasan timur Indonesia.








