Makassar – Plt Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti pegawai di Kantor PDAM Makassar, Jalan Ratulangi, Rabu (23/9).
Pertemuan ini membahas aspirasi terkait pembayaran hak pensiunan yang tertunda hingga rencana pembentukan wadah alumni pegawai.
Perwakilan purnabakti PDAM Makassar, H Aziz Maddo, mengapresiasi keterbukaan manajemen dalam mendengarkan langsung keluhan para pensiunan.
Ia menyebut pembayaran hak pensiunan untuk sejumlah pegawai sempat tertunda selama kurun waktu 2019 hingga 2026.
”Alhamdulillah, ini adalah solusi untuk kita bisa mendapatkan hak-hak kita nanti, terutama masalah pensiunan yang pembayaran haknya tertunda sejak 2019 sampai 2026,” ujar Aziz usai pertemuan, Rabu (23/9).
Aziz mengungkapkan, respons positif dari Plt Dirut Andi Syahrum menjadi angin segar bagi para purnabakti untuk menyelesaikan persoalan yang berlarut-larut.
”Ini adalah upaya teman-teman. Ada lampu hijau dari direktur sekarang untuk menerima kami. Alhamdulillah, keterbukaan dari Pak Dirut sekarang membuat kami bisa bertemu langsung,” katanya.
Selain persoalan hak pensiunan, dialog tersebut juga membahas pembentukan persatuan atau wadah resmi purnabakti PDAM Makassar.
Wadah ini dinilai penting sebagai sarana silaturahmi sekaligus mempermudah penyampaian aspirasi ke manajemen.
”Wadah itu sebenarnya dari dulu sudah ada gagasannya. Alhamdulillah, Pak Dirut sekarang merespons dan membantu membuat wadah itu. Kalau ada wadah tempat kita berkumpul, pengurusannya juga akan lebih mudah,” jelas Aziz.
Sementara itu, Plt Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum menegaskan, perusahaan yang dipimpinnya tidak bisa lepas dari kontribusi para mantan pegawai.
Menurutnya, pengalaman dan ide-ide purnabakti masih sangat dibutuhkan untuk kemajuan pelayanan air bersih di Makassar.
”PDAM ini tidak bisa juga kalau tidak didukung oleh eks pegawai. Kami masih membutuhkan dukungan dan ide-ide dari teman-teman purnabakti,” tegas Andi Syahrum.
Ia menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pembentukan wadah purnabakti secepat mungkin guna mempererat hubungan antara perusahaan dan para mantan pekerja.
”Kami siap membantu purnabakti PDAM. Kita sama-sama,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Syahrum turut menekankan pentingnya inovasi dalam melayani kebutuhan air bersih warga Makassar, terutama saat menghadapi tantangan musim kemarau dan keterbatasan air baku.
”Kita butuh inovasi agar dalam keadaan apa pun, baik itu kemarau, kita dapat memanfaatkan segala yang ada agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Walaupun ini masih bertahap. Kalau bisa (wadah purnabakti terbentuk) secepatnya,” pungkas Syahrum.








