Universitas Hasanuddin – PORDASI Dorong Penguatan Ekosistem Kuda Pacu Nasional

banner 300300

Makassar – Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI) menyelenggarakan Webinar Series pertama bertajuk “Registrasi Kuda Pacu Indonesia” pada Kamis (24/7), melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengembangan Center of Excellence Kuda Indonesia yang digagas oleh Fakultas Peternakan Unhas, dan diikuti oleh para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi, serta komunitas pecinta olahraga berkuda dari berbagai wilayah di Indonesia.

banner 500350

Hadir membuka kegiatan, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, Dr. Harry Suhada.

Webinar diawali dengan sambutan oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa. Dia menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi berbasis riset, serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berstandar internasional.

“Kami di Unhas akan terus menjaga komitmen untuk menjadi bagian dari pengembangan PORDASI nasional, termasuk mendukung forum-forum komunikasi strategis dan penguatan jejaring dengan berbagai pihak. Harapannya, ini akan melahirkan inovasi baru dan mencetak atlet-atlet berkuda yang unggul,” jelas Prof. JJ

Lebih lanjut, Prof. JJ berharap melalui webinar ini, Fakultas Peternakan Unhas menegaskan peran aktifnya dalam membantu masyarakat memahami secara komprehensif kebutuhan dan regulasi seputar kuda pacu.

Dengan dukungan dari pemerintah pusat, daerah, dan organisasi terkait, Unhas optimistis dapat mendorong pengembangan SDM dan tata kelola kuda pacu secara lebih aplikatif dan berkelanjutan.

Dr. Harry Suhada menyampaikan apresiasai atas inisiatif Unhas dan PP PORDASI yang mengangkat isu penting mengenai registrasi kuda pacu nasional.

Hal ini adalah langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan populasi dan sistem pembiakan kuda pacu di Indonesia, yang saat ini diperkirakan mencapai 125 ribu ekor. Konsentrasi tertinggi berada di Sulawesi Selatan dengan jumlah sekitar 67 ribu ekor.

“Webinar ini menjadi agenda penting sebagai komitmen nyata dalam pengembangan olah raga berkuda. Pemerintah sangat berharap kegiatan ini menjadi jembatan penguatan kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan stakeholder lainnya,” ujar Dr. Harry.

Melalui kegiatan ini, Universitas Hasanuddin mempertegas perannya sebagai mitra strategis dalam membangun sistem registrasi dan tata kelola kuda pacu Indonesia secara lebih profesional, inklusif, dan berkelanjutan.

banner 500350

Tinggalkan Balasan