Makassar – Pakar politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Sukri Tamma menanggapi pernyataan bakal calon Gubernur Sulsel Moh Ramdhan Pomanto isyaratkan gagal masuk gelanggang Pilgub.
Sejauh ini, Bacagub Danny Pomanto baru mendapatkan SK rekomendasi dari PKB, surat tugas dari PPP dan pernyataan politis dukungan dari PDIP. Itupun kabarnya pihak Paslon Andalan Hati mengklaim sudah mengantongi SK B1KWK DPP PPP, meski dibantah DPW PPP Sulsel.
“Ya saya kira tentu kalau sinyal-sinyal ya kita memang melihat ada sinyal seperti itu, tapi sekali lagi penentuan akhirnya kan nanti kita akan lihat pada tanggal 27 nanti ya apakah sampai dengan ya pada masa pendaftaran apakah akan ada yang mendaftar atau didaftarkan oleh partai, itu saja,” kata Prof Sukri.
Namun, kata sivitas akademika Unhas ini, pihak yang merasa di atas angin patut waspada terhadap gerakan-gerakan lahir dari masyarakat menentang calon tunggal.
Hal ini, kata dia, akan berimplikasi terhadap pandangan negatif masyarakat kepada partai politik yang saat tiba masanya dan lahir kandidat alternatif arus pendukung demokrasi akan tumbuh solid ke pihak tersebut.
“Sangat kuat arusnya ini atau kemudian partai politik yang belum menentukan sikap itu mau membentuk poros baru untuk kemudian memberikan kepada rakyat kepada masyarakat pilihan lain selain kandidat yang selama ini sudah dibicarakan,” terangnya.
Sebelumnya, Bacagub DP mengatakan ikhlas jika nantinya tidak masuk gelanggang Pilgub Sulsel 2024.
“Yah kalau memang sudah takdir begitu. Saya kan bilang hati tulus. Masih banyak lapangan pengabdian lain. Itu namanya sudah nasib,” ujar dia saat ditemui di Balai Kota Makassar, Senin (12/8) kepada awak media.
“Yah kalau memang sudah takdir begitu. Saya kan bilang hati tulus. Masih banyak lapangan pengabdian lain. Itu namanya sudah nasib,” ungkapnya.







