Makassar – Beredar ramai sebuah foto di group Whatsapp yang berisikan tiga orang yang diduga Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka memegang kartu nama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi pasangan calon nomor urut 2.
Dalam foto tersebut juga, dua orang lainnya menunjukkan simbol dua jari. Belum ditahu persis di mana dan kapan foto ini diambil, namun dalam ruangan tersebut ada foto Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh.
ASN tersebut diduga pegawai di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel. Sebab dalam selebaran juga ditampilkan nama ASN tersebut, salah satu adalah pejabat penting di kantor Pendapatan Daerah Sulsel.
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel, Saiful Jihad mengatakan, pihaknya sementara mempelajari dan menindaklanjuti di Bawaslu Sulsel.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) ini juga bilang, Bawaslu akan membentuk Tim yang akan menelusuri dan mengumpulkan bukti yang ada terkait hal tersebut.
“Untuk informasi seperti ini, Bawaslu tentu akan membentuk tim untuk menelusuri dan mengumpulkan informasi terkait hal tersebut. Jika hasil penelusuran terkumpul fakta dan bukti yang membenarkan kejadian ini, maka Bawaslu tentu akan menyikapi lebih lanjut sesuai prosedur dan aturan yang ada,” tegas Saiful.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh meminta Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Bapenda Sulsel untuk mendalami hal tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Jufri Rahman mengingatkan, kepada para ASN agar berhati-hati berpose di depan kamera, dan juga khususnya bersosial media.
“Hindari menampilkan simbol-simbol yang bisa ditafsirkan lain, seperti pegawai berfoto lambang saranghaeyo itu mirip dengan angka dua. Seperti itu,” kata Jufri.
Beliau menyarankan, jika ingin berfoto, maka sebaiknya dengan simbol tangan dikepal yang melambangkan semangat dan juga menjaga netralitas ASN.
“Jadi kalau saya berfoto saya selalu menggunakan foto semangat itu dengan genggaman tangan, sama seperti dengan salam komando. Karena ternyata Bawaslu juga salamnya seperti itu, dan itu salam netralitas. Jadi teman-teman ASN hindari menggunakan simbol-simbol yang dapat ditafsirkan,” jelas Jufri.









