Kisah Araya Penerima KIP Kuliah di Unhas, Lolos SNBT-UTBK di Kampus Impian

banner 300300

Makassar – Di balik proses verifikasi lapangan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dilakukan Universitas Hasanuddin (Unhas), tersimpan banyak kisah tentang mimpi, perjuangan, dan harapan.

Bagi para calon mahasiswa, diterima di Unhas merupakan sebuah kebanggaan sekaligus awal dari perjalanan untuk mengubah masa depan.

banner 500350

Namun, keterbatasan ekonomi menjadi tantangan yang harus mereka hadapi. Di tengah kondisi tersebut, KIP Kuliah menjadi secercah harapan agar mimpi mengenyam pendidikan tinggi tetap dapat diwujudkan.

Araya Dewisyah Wijaya R adalah calon mahasiswa Program Studi Hukum Administrasi Negara, Fakultas Hukum Unhas.

Remaja yang menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Gowa ini berhasil lolos ke Unhas melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Test Ujian Tulis Berbasis Komputer (SNBT-UTBK).

Namun Araya memendam kecemasan. Ia menyadari kondisi ekonomi keluarganya penuh tantangan.

Ayahnya, Rojer Wijaya, sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek Daring. Ketika ditemui oleh Tim Verifikator dari Unhas, Araya lugas mengungkapkan harapannya menerima Beasiswa KIP Kuliah.

“Unhas adalah universitas impian saya sejak kecil. Alumninya banyak yang sukses dan termasuk dalam 10 kampus terbaik di Indonesia. Saya sangat berharap dapat lulus seleksi Beasiswa KIP Kuliah. Saya ingin menjadi sarjana pertama di keluarga, dan ingin mengubah masa depan,” ungkap Araya pada Selasa, 30 Juni 2026 ketika ditemui oleh Tim Verifikator Unhas.

Ibu Araya, Mujuarti, membayangkan putrinya menjadi seorang sarjana hukum membuka ruang untuk memperbaiki kehidupan keluarga mereka. Bagi keluarganya, mimpi itu hanya mungkin terwujud dengan pendidikan tinggi bagi anak-anaknya.

“Semoga Araya mendapat KIP Kuliah, bisa menggapai cita-citanya menjadi pengacara, sukses ke depannya, dan dapat memutus tali kemiskinan keluarga kami,” ujar Mujuarti lirih.

Dari Kabupaten Pinrang, ada Muhammad Rusdi. Remaja yang menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 5 Pinrang ini merupakan anak keempat di keluarganya. Ia adalah orang pertama yang berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.

Ayah kandungnya telah meninggal dunia. Sementara ayah tirinya bekerja sebagai petani penggarap dengan penghasilan bergantung pada cuaca dan panen.

Rusdi saat ini tercatat sebagai calon mahasiswa baru Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Unhas. Namun, kelanjutan studinya sangat ditentukan oleh kecukupan biaya.

Meskipun cita-citanya menjadi seorang psikolog memperoleh dukungan penuh keluarganya, namun dirinya realistis dengan kondisi ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Maka, Beasiswa KIP Kuliah menjadi harapan terbesarnya.

“Saya berharap bisa lolos Beasiswa KIP Kuliah, agar dapat membantu mengurangi beban keluarga untuk proses studi saya di perguruan tinggi,” ujar Rusdi.

Araya dan Rusdi hanyalah dua dari sekian banyak calon mahasiswa yang ditemui Tim Unhas selama pelaksanaan verifikasi lapangan KIP Kuliah.

Dari setiap rumah yang dikunjungi, tersimpan cerita tentang orang tua yang bekerja keras, keluarga yang bertahan di tengah keterbatasan, serta anak-anak yang percaya bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan bahwa semangat para calon mahasiswa menjadi pengingat akan pentingnya pemerataan akses pendidikan tinggi.

Begitu banyak mimpi, begitu banyak semangat, pada saat yang sama terdapat fakta kehidupan ekonomi keluarga yang tidak biasa diabaikan. Maka, pada titik itulah pemerintah melalui kampus hadir dan memberi solusi.

“Kisah-kisah yang kami temui menunjukkan bahwa pendidikan masih menjadi harapan terbesar banyak keluarga. Kami berharap KIP Kuliah dapat membuka jalan bagi mereka untuk meraih cita-cita dan meningkatkan kualitas hidup keluarganya,” ujar Prof. Ruslin pada Kamis (02/7).

Ada ratusan calon mahasiswa lainnya menunjukkan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari rumah-rumah sederhana.

Melalui Beasiswa KIP Kuliah, Unhas berkomitmen membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang memiliki potensi dan semangat belajar, meski menghadapi keterbatasan ekonomi.

Harapannya, kesempatan tersebut tidak hanya mengantarkan mereka menuju kampus impian, tetapi juga menjadi awal lahirnya generasi yang mampu membawa perubahan bagi keluarga, daerah, dan bangsa.

banner 500350

Tinggalkan Balasan