Makassar – Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan Prof. Dr. Ah. Yusuf, dosen Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, dalam Studium Generale yang membahas pentingnya self-care, ketangguhan diri (resilience), dan pemaknaan caring dalam menjalankan profesi kesehatan.
Prof. Ah. Yusuf menjelaskan bahwa kemampuan memberikan pelayanan kesehatan perlu ditopang kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali dan merawat dirinya sendiri. Dalam praktik pelayanan, tenaga kesehatan akan berhadapan dengan pasien yang memiliki kondisi fisik, psikologis, dan kebutuhan yang beragam.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut tenaga kesehatan memiliki kesiapan fisik sekaligus kemampuan mengelola diri agar dapat memberikan respons yang tepat dan mempertahankan kualitas pelayanan.
“Caring with me penting ketika kita mengawali segala sesuatu dengan diri sendiri,” jelasnya.
Prof Yusuf mengatakan, tugas tenaga kesehatan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan melalui penguasaan keterampilan intelektual, teknikal, dan interpersonal. Ketiga aspek tersebut perlu dikembangkan secara seimbang bersama sikap caring.
“Urutannya adalah dari kita mampu merawat diri sendiri sehingga kita mampu merawat orang lain,” tuturnya.
Dalam paparannya, ia menjelaskan hubungan antara self-care, kesadaran diri, empati, komunikasi, dan tindakan caring dalam membangun pelayanan kesehatan yang bermakna.
Kemampuan tersebut perlu diperkuat dengan resilience, terutama ketika tenaga kesehatan menghadapi tekanan, tuntutan pekerjaan, maupun situasi pelayanan yang kompleks.
“Resilience itu penting untuk bertahan,” katanya.
Menurut Prof Yusuf, profesionalisme tenaga kesehatan juga berkaitan dengan kemampuan mempertahankan nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas.
Tenaga kesehatan perlu melihat pasien sebagai manusia dengan pengalaman dan kebutuhan yang utuh, membangun kepercayaan, menggunakan pengetahuan untuk membantu, serta terus mengembangkan kapasitas diri.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memiliki kemauan untuk terus belajar dan terbuka terhadap keterbatasan pengetahuan.
Sikap tersebut diperlukan untuk mendukung perkembangan profesional sekaligus memperkuat orientasi pengabdian kepada kemanusiaan.
“Kalau kita bisa menata hati dan niat, maka akan bermanfaat dan menjadi pengembangan profesionalisme serta pengabdian kepada kemanusiaan,” ujarnya.
Dekan Fakultas Keperawatan Unhas, Prof. Dr. Elly Lilianty Sjattar, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai caring perlu dibangun sejak mahasiswa menjalani proses pendidikan.
Kemampuan memperhatikan kondisi diri menjadi salah satu dasar sebelum mahasiswa memberikan perhatian kepada orang lain.
“Sebelum ke lingkungan, teman, dan keluarga, sebaiknya terlebih dahulu kepada diri sendiri,” pesannya.
Prof Elly juga menyampaikan pengembangan kerja sama Fakultas Keperawatan Unhas dengan sejumlah mitra pelayanan kesehatan.
Salah satunya dengan Rumah Sakit Tajuddin Chalid untuk pengembangan pendidikan spesialis keperawatan medikal bedah pada tahun ini.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas ruang pembelajaran mahasiswa sekaligus mendukung pengembangan pendidikan dan profesionalisme tenaga keperawatan.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, turut mengapresiasi Fakultas Keperawatan yang terus mendorong pengembangan akademik dan prestasi mahasiswa.
Menurutnya, tema caring yang diangkat dalam Studium Generale memiliki relevansi dengan pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan.
“Nilai ini juga berkaitan dengan pengembangan lingkungan kampus melalui Unhas Healthy, yang mendorong perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan sivitas akademika,” kata Prof. JJ.
Melalui Studium Generale ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa kompetensi tenaga kesehatan mencakup pengetahuan dan keterampilan sekaligus kesiapan personal dalam menghadapi dinamika pelayanan.
Self-care, kesadaran diri, empati, komunikasi, dan resilience menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun praktik pelayanan kesehatan yang profesional dan berorientasi pada kemanusiaan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Makassar, Selasa (18/8). Studium Generale dihadiri sivitas akademika dan mahasiswa Fakultas Keperawatan Unhas.









