Makassar – Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Maroef Sjamsoeddin berbagi pengalaman dan pesan kepemimpinan kepada para mahasiswa dalam sebuah Kuliah Umum, Selasa (25/11).
Dalam paparannya dihadapan delegasi peserta PIMNAS 2025 Unhas, Maroef menyinggung perjalanan kariernya di dunia militer, intelijen, hingga akhirnya dipercaya memimpin holding BUMN pertambangan tersebut.
Maroef mengungkapkan bahwa sebelum memasuki dunia korporasi, ia pernah menjabat sebagai Kepala Intelijen Negara dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2011.
Pada masa itu, ia turut terlibat dalam penanganan situasi di berbagai sektor strategis, termasuk persoalan pemogokan karyawan di industri pertambangan.
“Pada waktu itu, salah satu perusahaan prefok tidak beroperasi karena aksi mogok. Mereka meminta pemerintah segera turun tangan. Saya dalami masalahnya, dan kesimpulannya adalah perlunya perbaikan organisasi secara menyeluruh,” ujar Maroef.
Ia menambahkan bahwa dari proses itu, muncul hubungan baik dan kepercayaan antara dirinya dan para pemilik perusahaan. Bahkan, salah satu pemilik sempat bertanya kapan dirinya akan pensiun, sebagai bentuk ketertarikan untuk mengajak Maroef berkiprah di sektor pertambangan.
Di hadapan para mahasiswa, Maroef menekankan bahwa integritas adalah modal utama bagi setiap pemimpin masa depan.
“Kepercayaan dan kejujuran itu mutlak. Jalani semuanya dengan bismillah. Ada aturan-aturan yang harus kita taati, termasuk dalam kegiatan pertambangan. Hilirisasi, perizinan, semuanya wajib sesuai prosedur,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa industri tambang tidak terlepas dari potensi kerusakan lingkungan. Namun, menurutnya, MIND ID berkomitmen menjalankan standar tinggi dalam pengelolaan dan pemulihan lingkungan pasca tambang.
Maroef menegaskan bahwa pasca tambang, wilayah operasional MIND ID harus memiliki manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
“Airnya harus kembali bersih. Kesejahteraan moral dan ekonomi masyarakat harus meningkat,” ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah daerah tambang yang kini mengalami peningkatan ekonomi lokal, di mana warga mendapatkan pendapatan tambahan melalui penyewaan rumah, fasilitas pendukung, hingga peluang bekerja langsung di lingkungan tambang.
“Warga harus kita libatkan. Mereka bukan hanya penonton, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pertambangan yang berkelanjutan,” tutup Maroef.
Turut memberikan Kuliah Umum dalam acara tersebut, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, dan sambutan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (Prof JJ).









