Amran Sulaiman Mentan Harap Unhas Cetak Generasi Unggul di Dies Natalis ke-69

banner 300300

Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Dies Natalis ke-69 dengan tema “Unhas Hebat, Mandiri, dan Berdampak” di Baruga Andi Pettarani, Sabtu (13/9).

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, mulai dari Menteri Pertanian sekaligus Ketua IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, hingga kepala daerah seperti Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Gowa, dan Toraja Utara.

banner 500350

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa capaian prestasi Unhas membuktikan kualitas kampus di luar Jawa yang mampu bersaing dengan universitas besar.

“Salah satu indikator keberhasilan terlihat dari peringkat ke-3 Liga IKU Nasional Diktiristek 2024. Unhas juga keluar sebagai juara umum Piala Adikarta Kartawijaya, yang selama 36 tahun hanya bergulir di kampus ternama Pulau Jawa,” ujarnya.

Sementara itu, Mentan Amran dalam orasi ilmiahnya menekankan pentingnya melahirkan generasi unggul. Ia meminta dosen Unhas mendidik mahasiswa dengan kualitas luar biasa.

“Mereka inilah yang akan menggantikan kita dan meneruskan perjuangan Republik Indonesia,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa generasi muda harus siap menghadapi tekanan. “Tekanan yang tinggi itu melahirkan berlian. Begitu pula generasi kita, jangan takut ditempa,” ucap Amran.

Tak hanya itu, Amran memaparkan transformasi besar sektor pertanian dari tradisional ke modern. Menurutnya, program cetak sawah, perbaikan irigasi, dan peningkatan kesejahteraan petani sudah mulai menunjukkan hasil.

“Nilai tukar petani naik menjadi 123,57 persen. Laporan daerah juga menyebut petani kini lebih bahagia,” jelasnya.

Ia optimistis dalam waktu dekat Indonesia akan mencapai swasembada pangan.

Insyaallah dalam tiga bulan ke depan, bila tidak ada aral melintang, kita bisa umumkan bahwa Indonesia sudah swasembada,” tutur Amran.

Komitmen pemerintah, kata dia, juga diarahkan pada penegakan hukum yang tegas terhadap mafia pangan.

“Satu kata, tindak tegas. Kita tidak boleh kompromi terhadap praktik curang yang merugikan petani,” tegasnya.

Data BPS menyebut potensi produksi beras Januari–Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton. Proyeksi USDA mencatat 34,6 juta ton, sementara FAO memperkirakan bisa menembus 35,6 juta ton.

Angka ini menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN sekaligus salah satu yang tertinggi di dunia.

banner 500350

Tinggalkan Balasan