Pj Bahtiar dari Banjir Luwu ke Longsor Toraja

“Sa’bara’ki, denno upa’na puang matua umbenki’ tu mandu melona apa yate pesoba urrampoiki’ kikanassa diomai kami to ma’parenta provinsi sisola mintu’ jajaran tentara sia polisi silola mintu’ lembaga negara inde Kabupaten Tana Toraja nadiomai Sulawesi Selatan, sia ludiodukamai to ma’pamarenta pusat la unnusahakanni umbantu Tana Toraja tu nakanna bencana na” – Pj Gubernur Sulawesi Selatan Dr Bahtiar Baharuddin M.Si

banner 300300

MAKASSAR — Perjalanan ke Suli Kabupaten Luwu Minggu pagi 14 April 2024 , Pj Bahtiar tiada henti hentinya menatap layar phonsel berlayar 6,8 inci. Matanya setiap saat membaca up date bencana tana longsor di Kabupaten Tana Toraja yang infonya telah masuk sejak sabtu malam.

Sesampainya di Suli pada pagi hari Bahtiar bergegas menjenguk warga yang terdampak banjir. Sudah enam kali mereka terdampak banjir keluh warga ke Bahtiar.”saya tahu Suli baru baru ini terkena banjir. Dan saya ingin melihat langsung sehingga saya bisa tau apa yang bisa kita lakukan” ujar Bahtiar sambil memberikan bantuan kepada warga di bantaran sungai.

banner 500350

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban kami” lirih Rosnawati, warga Suli. Pada saat yang sama Bahtiar melihat kondisi sungai di Suli lalu menyerahkan bibit sukun untuk ditanami bersama warga.

Sembari menunaikan pekerjaan di Luwu, pikiran Bahtiar masih berkecamuk, tentang bagaimana situasi saat ini di Tana Toraja? Bukankan dua kelurahan di daerah wisata tersebut sedang dilanda longsor? Bahtiar benar benar prihatin. Saban hari saat Open House hari pertama lebaran saya dan Pj Gubernur duduk berdua menanti tetamu berdatangan. Tema pembahasan kami adalah kondisi lingkungan di Sulawesi Selatan terutama bencana banjir yang tengah melanda kawasan Luwu Raya.

“Betapa pentingnya merawat dan memulihkan kembali alam sulsel yg sudah rusak parah di beberapa lokasi. Sangat rawan” sebut Pj Gubernur kita ini.

Walaupun suasana masih lebaran, kantoran masih pada tutup. Kalender masih mencatat sebagai waktu libur. Tetapi Pj Bahtiar tak mengenal libur. Rencananya usai berkunjung ke Suli, Pj Bahtiar hendak ke Makassar. Namun arah setir driver berubah dan berbalik haluan saat roda kendaraan rombongan sudah di Kabupaten Sidrap. Pj Bahtiar perintahkan mutar arah menuju Kabupaten Tana Toraja. Silih berganti up date tanah longsor tana toraja terus menghiasi layar hapenya. Maka dari itu lah Bahtiar merasa perlu dan penting untuk hadir di tengah tengah keluarga korban di Tana Toraja.

Di RS Lakipadada sendiri sudah sangat ramai. Di berbagai sudut sudah terdengar Kidung kidung kedukaan. Para keluarga korban yang tewas tertimbun telah berkumpul. Tokoh masyarakat dan wartawan. Mereka telah tau bahwa Pj Gubernur sesaat lagi akan tiba di Makale. Maka sekitar pukul 21.30 wita, Pj Gubernur pun tiba dan langsung menuju kerumunan keluarga korban. Satu persatu ia hampiri, salami dan mendengar tangisan kesedihan seorang ayah yang dua anaknya meninggal tertimbun longsor. Cukup lama Bahtiar berdiri di antara mereka.

“Kehadiran bapak gubernur malam ini nerupakan respons yang sangat cepat. Menjadi penghibur dan penyemangat bagi kami” tutur Theofillus, Bupati Tana Toraja.

Kawan kawan se-Sulsel, begitulah kisahnya di hari Minggu itu. Tepat pukul 12.00 wita Bahtiar pun beranjak dari Toraja dan tiba di Makassar sekitar pukul 06.30 Wita.

banner 500350

Tinggalkan Balasan