Makassar – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dalam acara tersebut, Menko Pangan menyampaikan sejumlah poin krusial terkait tantangan swasembada pangan, klarifikasi isu media sosial, hingga masalah pengelolaan sampah daerah.
Solusi Swasembada Pangan dan Efisiensi Petani
Menyinggung persoalan swasembada pangan dan tingkat kesejahteraan petani, Zulkifli Hasan memberikan pandangan realistis terkait pilihan komoditas pertanian.
Ia menilai fleksibilitas dan nilai ekonomi hasil tani sangat menentukan ketahanan pangan rumah tangga.
“Jika petani mengeluh menanam padi tidak untung, maka coba menanam sawit,” ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, skema tersebut tetap dapat mendukung ketercukupan pangan masyarakat secara mandiri, sebab hasil penjualan kelapa sawit bernilai tinggi yang dapat dipergunakan untuk membeli beras.
Tangkis Isu Miring KDKMP di Media Sosial
Dalam kesempatan yang sama, Menko Pangan menepis berbagai pemberitaan yang beredar di media sosial mengenai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), khususnya terkait isu penetapan lokasi strategis koperasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa operasional dan penataan KDKMP difokuskan untuk memperkuat perekonomian berbasis desa dan kelurahan secara rasional dan produktif.
Pernyataan Sikap dan Ultimatum Sampah ke Wali Kota Makassar
Di luar isu pangan dan koperasi, Zulkifli Hasan menumpahkan perhatian serius terhadap isu kebersihan lingkungan di Kota Makassar.
Ia menyampaikan ultimatum langsung kepada Wali Kota Makassar untuk segera menuntaskan persoalan penanganan sampah yang berlarut-larut.
“Saya beri waktu untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut, atau saya alihkan ke Gubernur,” tegas Zulkifli Hasan di hadapan para peserta seminar.
Langkah tegas ini diambil guna memastikan penanganan infrastruktur dasar dan kebersihan perkotaan di Makassar dapat berjalan cepat tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat setempat.









