Makassar – Kolaborasi Perguruan Tinggi Universitas Hasanuddin Makassar Sulsel dan Stanford University California Amerika Serikat sudah terjalin lebih dari satu dekade.
Kemitraan baik sektor pendidikan langsung, maupun edukasi lingkungan hingga kesehatan sering dilakukan. Seperti hari ini, Minggu (10/5) di Kelurahan Kaluku Bodoa, Tallo, Kota Makassar.
Stanford Unhas Alliance menggelar Pameran Kesehatan Lingkungan yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis di gedung SD Inpres Galangan Kapal I, II, III dan IV, Kecamatan Tallo.
Masyarakat mendapat layanan kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, diabetes, hingga pemeriksaan rontgen gratis bagi masyarakat. Panitia juga menyediakan area bermain anak dan booth edukasi kesehatan lingkungan.
Stanford University dan Unhas pernah melakukan peresmian Alliance for Planetary Health Research in Asia Pacific di Kampus Unhas Tamalanrea, pada 11 November 2025.
Sinergitas ini memiliki makna penting untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui transfer teknologi, riset bersama dan pengembangan SDM kesehatan.
Hal ini dapat mempercepat inovasi telemedicine, penguatan layanan di Kawasan Timur Indonesia, serta peningkatan kapasitas menghadapi ancaman kesehatan global.
Unhas menghadirkan pemahaman lokal dan akses masyarakat, sementara Stanford menyediakan keunggulan riset dan teknologi medis.
Kerja sama ini juga memperkuat diplomasi kesehatan Indonesia dan mendorong lahirnya solusi kesehatan yang inklusif, berbasis komunitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin sekaligus Direktur Kemitraan Unhas, Ansariadi, mengatakan Kecamatan Tallo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi laboratorium lapangan penelitian kesehatan masyarakat Unhas bersama Stanford University.
Lokasi ini memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan berbagai persoalan kesehatan lingkungan seperti anemia, penyakit menular, dan stunting.
“Selama hampir dua tahun terakhir, Unhas bersama Stanford University melakukan berbagai penelitian di wilayah tersebut. Penelitian tersebut meliputi pengelolaan sampah, dampak cuaca panas terhadap kesehatan, pemantauan penyakit anak, hingga monitoring tumbuh kembang anak di masyarakat,” kata Ansariadi.
Peneliti dari Stanford University, Morgan menyampaikan hasil riset terkait kesehatan lingkungan dan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Ia menyampaikan terdapat beberapa persoalan kesehatan yang masih sering terjadi, seperti anemia, penyakit menular, dan stunting di wilayah padat penduduk tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan keluarga, ujar Ms. Morgan.
Kegiatan ini bertujuan memperlihatkan hasil penelitian kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit.
Untuk menarik partisipasi warga, pihak Unhas bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, PKK, kader kesehatan, RT/RW, serta puskesmas setempat.







