Polman – Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (DPD Perpadi) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Hotel Ratih Polewali, Rabu (08/01).
Acara ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Hadir dalam acara tersebut Penjabat Gubernur Sulbar, Dr. Bahtiar Baharuddin, M.Si yang membuka secara resmi Musda, Ketua Umum DPP Perpadi, Ir. Sutarto Alimoeso, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, I Nengah Tri Sumadana, AP., M.Si, Ketua DPRD Sulbar, Amalia Fitri Aras, Anggota DPR RI, Perwakilan instansi vertikal, perbankan, akademisi, serta para anggota dan pengurus DPD Perpadi Sulbar.
Dalam sambutannya, Penjabat Gubernur Sulbar, Dr. Bahtiar Baharuddin, mengapresiasi eksistensi Perpadi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan.
“Perpadi telah banyak berkontribusi bagi masyarakat Sulbar, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan pengelolaan hasil panen. Dukungan pemerintah terus mengalir, termasuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk alat dan mesin pertanian, serta perhatian pada pengolahan pascapanen. Saya juga mendorong pengembangan pelabuhan untuk mendukung tata niaga pertanian di daerah,” ungkapnya.
Agenda utama Musda ini mencakup laporan pertanggungjawaban Ketua DPD Perpadi Sulbar periode 2019–2024, Hamzah Syamsuddin, serta pemilihan pengurus baru untuk periode 2025–2030 yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PERPADI.
Ajbar, salah satu pengurus DPD PERPADI Sulbar, menegaskan bahwa PERPADI terus berupaya menjadi solusi dalam mendukung program swasembada pangan.
“Tata kelola yang baik dalam produksi dan tata niaga beras sangat penting untuk mencapai swasembada pangan. Reorganisasi ini menjadi langkah awal bagi PERPADI untuk semakin strategis dalam mendukung pemerintah,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Perpadi, Ir. Sutarto Alimoeso, memuji komitmen DPD Perpadi Sulbar dalam mendukung para pelaku usaha penggilingan padi di daerah.
“Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk menjadi eksportir beras. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, dan Perpadi, saya yakin Sulbar dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan penggilingan padi dan tata niaga beras,” jelasnya.
Musda ini diharapkan mampu memperkuat posisi DPD Perpadi Sulbar sebagai mitra strategis pemerintah, sekaligus mendukung pencapaian target swasembada pangan dan penguatan ekonomi daerah.








