Muscab HIPMI Makassar: Kandidat Nomor 1 Ingin Pengusaha Muda Lebih Baik, Calon Nomor 2 Pilih Sinergitas

banner 300300

Makassar – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Makassar menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-14 pada 18 Februari 2025 di Hotel Claro Makassar.

Agenda ini menjadi momentum penting dalam menetapkan nomor urut serta menguji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi calon ketua umum periode 2025-2028.

banner 500350

Dua kandidat yang maju dalam kontestasi kepemimpinan ini adalah Muhammad Rifad Syawal dan Gatot Arimin.

Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Kota Makassar, Andi Suhardika, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan tingkat pengangguran di Kota Makassar.

Namun, ia menekankan bahwa penurunan tersebut masih belum cukup signifikan. Oleh karena itu, ia berharap pemimpin HIPMI yang terpilih nantinya dapat berkontribusi secara aktual dalam menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

“Teman-teman semua pengusaha-pengusaha muda untuk melahirkan lapangan-lapangan pekerjaan kepada seluruh warga Kota Makassar untuk menciptakan lapangan kerja guna pengangguran ini bisa menurun tentunya besar harapan kepada kedua calon ketua umum,” ujar Andi Suhardika kepada awak media, Selasa (18/02).

Gatot Arimin, kandidat nomor urut 1, menekankan pentingnya menjaga etika kompetisi. Ia mengajak kedua belah tim untuk tetap menjunjung tinggi solidaritas dan sportivitas demi keberlanjutan organisasi yang lebih progresif.

“Mudah-mudahan, siapapun yang menang, kita dapat membawa HIPMI ke depan lebih baik,” tutur Gatot Arimin di lokasi Muscab.

Di tempat yang sama, Muhammad Rifad Syawal, kandidat dengan nomor urut 2, menyoroti peran HIPMI sebagai lebih dari sekadar organisasi, melainkan tempayan bagi para pengusaha muda dalam mengasah kapasitas dan memiliki andil terhadap grafik perekonomian bangsa.

“Ini bukan sekadar organisasi biasa, tetapi wadah bagi para pengusaha muda untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi bangsa, ” ungkap Rifad.

Lebih lanjut, ia menyatakan komitmennya dalam perencanaan program kerja yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan usaha anggota, tetapi juga mendorong kolaborasi strategis dengan instansi negara maupun swasta

“Kami siap menyusun misi dan program kerja yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha anggota, tetapi juga mendorong sinergi dengan pemerintah dan sektor swasta,” imbuh Rifad.

banner 500350

Tinggalkan Balasan