Jakarta – Generasi Muda (Gema) Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) menggelar Festival Merah Putih 2025 dan Musyawarah Nasional ke-III, Jum’at Oktober pekan lalu.
Festival Merah Putih 2025 sendiri mengangkat tema “Gema Sumpah Pemuda di Bumi Sasak, Kearifan Lokal Inspirasi Nasional” dan diselenggarakan di Kota Palembang.
Sekedar anda tahu, Festival Merah Putih (FMP) merupakan rangkaian Munas dan selalu menjadi agenda rutin Gema Inti, dan rangkaian Hari Sumpah Pemuda 2025.
Kegiatan ini dihadiri, pengurus daerah dan cabang dari seluruh pelosok tanah air Indonesia.
FMP 2025 dan Munas ke-III dibuka langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Indonesia Tionghoa Candra Jap yang mewakili Ketua Umum.
Adapun, selaku yang keluar sebagai Ketua Umum Gema Inti Erfan Sutono memiliki 3 prioritas nasional dalam kerangka aktivitasnya usai ditunjuk jadi Ketua Umum Gema Inti Pusat untuk periode
“Pertama yakni penguatan secara organisasi ke dalam seperti pembentukan Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang yang vakum ataupun belum terbentuk,” ujar Erfan kepada baca online, Selasa (28/10).
Kedua, katanya, yakni penguatan kerja sama lintas sektoral dengan pemerintah maupun organisasi kepemudaan yang lain dan terakhir, ketiga adalah mengajak teman-teman di seluruh daerah untuk berani berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja dan juga fokus untuk menjalin kerja sama dengan luar negeri.
Sementara, Sekjend INTI Pusat Candra Jap menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gema Inti dan Inti Sumatera Selatan sudah menjadi tuan rumah yang luar biasa.
“Selamat dan sukses kepada Ketua terpilih bung Erfan Sutono, semoga bisa membawa Gema Inti menjadi lebih baik lagi. Tidak lupa, terima kasih kepada Ketua Rendy dan segenap pengurus Gema Inti 2021-2025 atas pengabdiannya selama ini,” pungkasnya.
Senada dengan itu Ketua Gema Inti Sumatera Selatan, Gandha Intan Saputra dan Ketua Gema Inti Kepulauan Riau, Febri Jaya juga menyampaikan optimisme dan dukungan untuk Ketua Gema Inti terpilih untuk terus melaksanakan karya-karya nyata yang tidak hanya terbatas pada generasi muda Tionghoa tetapi berkontribusi untuk seluruh warga masyarakat Indonesia.
“Gema Inti lahir dengan semangat memberi penyadaran bahwa Tionghoa adalah bagian dari Indonesia maka kami hadir untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” tutur mereka dengan narasi yang sama.
Sebagai penutup rilis, Erfan Sutono menyampaikan dan harapan kepada seluruh generasi muda di Indonesia ini untuk terus bekerja dan optimis menyongsong Indonesia yang lebih baik lagi di masa yang akan datang di tangan pemuda Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia.







