Makassar – Ramai beredar dan ditanggapi warganet vidio Ojol mengantar seorang kakek dan jasad bayi dari RSUP Dr Tajuddin Chalid ke Kabupaten Pangkep membuat pihak RS buka suara.
“Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” kata Hasmayanti Hukormas RSUP Tadjuddin Chalid dalam siaran tertulisnya, Minggu (16/6) malam tadi.
Menurut Hasma, informasi yang diterima, peristiwa itu memiliki latar belakang hingga kemudian vidio tersebut ramai beredar.
Mulanya, seorang kakek dan bidan membawa pasien bayi untuk dirujuk ke RSUP Tajuddin Chalid dari RS Batari Kabupaten Pangkep.
Pasien bayi dengan nama Bayi Ny Imma tersebut mengalami Berat Badan Lebih Rendah (BBLR) dan RDS, namun saat tiba di RSUP Tajuddin Chalid Bayi Ny Imma tidak sempat tertolong meski sempat diberi ventilator.
Saat wafat, pihak rumah sakit berkoordinasi dengan pihak kakek dan bidan.
Pihak RS sempat menawarkan ambulans jenazah milik pihak ketiga ke keluarga jenazah bayi, namun karena persoalan biaya, keluarga Bayi Ny Imma menolak menggunakan ambulans jenazah.
“Jadi ada ambulans rumah sakit, namun sesuai aturan hanya berlaku untuk pasien yang akan dirujuk dari dan atau ke RS lain,” pungkas Hasma.
Saat menolak itulah, keluarga jenazah Bayi Ny Imma atau sang kakek meminta agar jenazah Bayi Ny Imma segera dipulangkan karena jarak pulangnya jauh.
Pihak RS bernama Herman berinisiatif mencarikan transportasi online (Ojol) membantu kakek dan jenazah Bayi Ny Imma dengan menggunakan aplikasi daring miliknya dan menanggung biayanya sebesat Rp150 ribu.
Atas peristiwa tersebut, pihaknya tetap melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan RSUP Dr Tajuddin Chalid Makassar.
“Sehubungan dengan masalah yang terjadi. Kami selaku pihak manajemen rumah sakit sangat menyayangkan kejadian tersebut. Kami berkomitmen untuk membenahi dan memperbaiki kualitas pelayan rumah sakit kami agar dapat membantu pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kami telah menghubungi pihak-pihak terkait dan berusaha mencari solusi terbaik untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut. Kami memohon maaf, kami akan memaksimalkan upaya untuk memperbaiki keadaan dan meningkatkan kenyamanan dalam pelayanan kami sebagai penyedia jasa kesehatan,” terangnya.







