BACAONLINE.ID, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) melaporkan aktivitas perekonomian tumbuh positif dan terjaga.
Secara khusus realisasi pertumbuhan tersebut mencakup kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
“Lewat Program LAYARKU (Layanan Literasi dan Inklusi Keuangan ke Daerahku) saat dilaunching bulan September 2023 oleh Anggota Dewan Komisioner PEPK Ibu Frederica Widyasari Dewi telah berjalan dan mengedukasi 15 persen desa dan atau kelurahan di wilayah Sulselbar,” kata Kepala OJK Sulselbar Darwisman melalui siaran persnya, Senin (19/2).
Adapun realisasi kredit terhadap UMKM khusus di Sulsel tumbuh 9,50 persen secara yoy (year on year) menjadi Rp60,32 triliun.
“Pencapaian secara share yaitu sebesar 39,00 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan umum di Sulsel,” ujarnya.
Dalam catatan OJK Sulselbar, pertumbuhan tertinggi terdapat pada kredit usaha mikro sebesar 28,93 persen yoy menjadi Rp32,99 triliun. Secara keseluruhan kredit UMKM telah tersalurkan kepada 943.167 debitur dengan tingkat non performing loan (NPL) terkendali pada level 4,43 persen.
Selanjutnya, untuk kontribusi aset perbankan di Sulsel pada Desember 2023 tumbuh 10,10 persen secara yoy dengan nominal mencapai Rp192,17 triliun. Perolehan ini terdiri dari aset bank umum Rp188,64 triliun dan aset BPR Rp3,53 triliun.
Lalu dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9,13 persen yoy dengan nominal mencapai Rp127,67 triliun.
“Adapun kredit yang disalurkan tumbuh tinggi sebesar 13,15 persen yoy dengan nominal mencapai Rp157,62 triliun,” pungkasnya.






