Makassar – Sekolah TK, SD dan SLTP (SMP) Kalam Kudus Jalan Sungai Cerekang, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulsel, menggunakan cor drainase diduga untuk menambah lahan.
Hal itu seperti terlihat, Kamis (22/1) pukul 10.00 WITA siang, pagar seng sudah menutupi hampir sepanjang drainase lengkap dengan penanda parkir sekolah.
Salah satu warga, yang ada di lokasi mengungkapkan area yang dipagari dengan seng itu merupakan penutup drainase. Dia menyebut kawasan tersebut rawan macet saat waktu pulang sekolah.
“Iye (drainase), itu saja sudah sempit apalagi kalo ditambah kedepan tambah macet pasti,” kata Aco warga sekitar.
Senada, salah satu putra pedagang kuliner khas Kota Makassar, Sulsel mengungkapkan kesedihan imbas diduga pembangunan tersebut. Dia menyebut selama ini negara secara sadar memberi izin.
“Kami yang berjuang melestarikan kearifan lokal di sekitar terkena imbas, katanya pemerintah akan menggusur,” kata anak bu Hajja di sekitar lokasi.
Pemerintah disebut pro dengan pengusaha besar, bahkan menurut kesaksian dia, usaha menjual Sarabba bukan sekedar nominal melainkan menjaga cita rasa leluhur.
“Bahkan sebelum pemerintah kota lahir, menurut orang tua kami, Sarabba sudah menjadi sajian kerajaan untuk para pasukan, itu yang kita jaga,” tutupnya.
Terakhir, menurut dia perjuangan melestarikan hal yang sudah ada sejak kerajaan itu sudah berakhir dan mengaku pasrah di tengah ekonomi warga yang semakin sulit.
Redaksi memberikan ruang hak jawab bagi pemerintah dan orang-orang yang disebut untuk memberikan klarifikasi melalui laman resmi kami yang tersedia di bagian bawah artikel ini.








