BACAONLINE.ID, MAKASSAR — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja Wilayah di Hotel Fourt Point, Makassar, Senin (27/5).
Rakerwil ini bertajuk ‘Global Food Hub’ yang dihadiri langsung oleh Ketua IKA Unhas Sulsel Moh Ramdhan Pomanto, Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, perwakilan pengurus pusat IKA Unhas dan perwakilan Pj Gubernur Sulsel.
Danny Pomanto menyebut, tema yang diangkat ini sangat penting sebab menjadi persoalan fenomena air di masa mendatang.
“Ini yang kemarin di UGM kenapa mesti low carbon, atau kita bisa punah semua. Nanti tanggal 1 saya ke Singapura untuk jadi pembicara soal ini juga, bahwa dunia ini sangat khawatir tentang kapan dia menyentuh 1,5 derajat suhu bumi naik, maka kepunahan akan dimulai,” ujar Danny.
Wali Kota Makassar itu juga menyebutkan bahwa, di Makassar yang paling jelas adalah air akan naik 1,4 meter di tahun 2050 dan panas akan meningkat.
Misalnya kata dia, turbulensi Qatar Airways, pesawat hampir jatuh, karena anomali angin yang tidak pernah diprediksi sebelumnya.
“Itu claimins changes. Maka semunya harus berkontribusi untuk menyelamatkan dunia, contohnya tadi karbonisasi dan oksigenisasi, caranya tanam pohon mangrove dan cangkok porang,” tuturnya.
Olehnya itu, kata dia, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kekeringan ini maka akan dibuat sumur dalam baru. Pihaknya merencanakan membeli mobil tangki.
“Saya akan membuat 15 titik sumur dalam baru untuk memback up, pengalaman kita di tahun lalu dengan kekeringan air,” pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa, kemarin di Makassar cukup baik menghandling kekeringan itu, terlihat dari survei tahun lalu, pada indeks kepuasan masyarakat 82,9 persen.






