Pj Gubernur Sulbar Dorong Pengembangan Ekosistem Durian Montong di Polman

banner 300300

Polman – Warga Polewali Mandar (Polman) yang berprofesi sebagai pekebun Durian Montong di Kecamatan Bulo menyambut hangat kunjungan Pj Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin ke kawasan durian mereka di Kecamatan Bulo, Polman, pada Kamis (22/8). Dalam kunjungannya, Bahtiar melihat langsung kawasan durian yang telah ditanami oleh warga sejak 2005.

“Terima kasih pak Pj Gubernur telah mengunjungi lokasi kami. Jujur kami sangat terharu sebab pak Gubernur benar-benar datang ke sini dan melihat kondisi kebun kami,” ujar Aco Nasruddin, seorang pebisnis budidaya Durian Montong.

Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin mendorong para petani durian agar tidak hanya fokus menjual buah durian, tetapi juga membangun ekosistem pengembangan komoditas Durian di Kebun Raya Bulo.

Ia menyarankan agar petani juga menjual bibit durian serta mengolah buah durian menjadi berbagai produk makanan atau oleh-oleh khas Polman.

“Terima kasih kepada para pejuang durian dan pejuang hortikultura,” kata Bahtiar saat berdialog dengan para petani.

Bahtiar menegaskan pentingnya pendekatan bisnis dalam pengelolaan sektor pertanian dan perkebunan, seperti Durian. Menurutnya, pengelolaan harus dilakukan dalam skala besar dengan pemikiran seperti seorang CEO.

“Harus membuka pikiran, ini adalah menanam tanaman bisnis. Setiap yang kita tanam perlu modal dan risiko. Oleh karenanya, harus diperhitungkan, jumlahnya harus besar, termasuk harus tahu pasar. Jadi harus tahu bisnisnya dari hulu ke hilir,” jelas Bahtiar.

Untuk sumber modal, Bahtiar menawarkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun menekankan pentingnya pendampingan agar dana KUR yang dikelola dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Bahtiar juga mendukung upaya para petani di Kebun Raya Bulo untuk mendapatkan pendampingan dari Pemda terkait penanganan hama, baik pada komoditas durian maupun komoditas lainnya.

Aco Nasruddin, perintis pengembangan durian di Bulo, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 200 hektar lahan yang dikelola oleh petani untuk pengembangan durian. Namun, dalam dua tahun terakhir produksi mengalami penurunan akibat serangan hama kanker batang.

“Kendala yang kami hadapi adalah penyakit kanker batang, yang menyebabkan penurunan produksi dalam dua tahun terakhir. Kami berharap adanya dukungan dari Pemda untuk mengedukasi kami di sini,” kata Aco.

Ia menambahkan, saat ini Polman merupakan salah satu dari empat kabupaten di Sulawesi yang menjadi penyuplai terbesar durian di Indonesia, sehingga perhatian dari pemerintah sangatlah penting.

Aco juga sangat mendukung program Pj Gubernur Bahtiar terkait pengadaan 1 juta bibit pada 2025. Diharapkan bantuan tersebut dapat dimaksimalkan untuk mendukung petani di Polman, sehingga Polman dapat menjadi penyuplai terbesar durian untuk ekspor ke Cina.

banner 500350

Tinggalkan Balasan