Pemprov Sulsel Minta Data Sekolah Efek Banjir-Longsor Agar Mudah Salurkan Bantuan

banner 300300

BACAONLINE.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah mengambil langkah-langkah upaya cepat dalam menanggapi dampak banjir dan longsor yang melanda di beberapa kabupaten.

Pada bidang pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Iqbal Najamuddin telah menyampaikan kepada semua kepala cabang dinas dan kepala satuan pendidikan (kepala sekolah) agar segera melakukan pendataan terhadap fasilitas dan lingkungan sekolah yang terdampak.

banner 500350

Kata Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Drs. H. Muhammad Nur Kusuma Jaya, AP, Jumat (10/5).

“Setelah terjadi banjir, Bapak Kepala Dinas mengintruksikan agar semua kepala cabang dinas maupun kepala satuan pendidikan untuk melakukan pendataan fasilitas,” ujarnya.

Dia menyatakan bahwa laporan kerusakan telah diterima dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, mencakup kerusakan di SMA 14 Luwu, SMA 16 Luwu, SMK Army Putra Luwu, dan SMK Mitra Utama Suli. Di Wilayah IV, SMAN 3 Sidrap, SMKN 2 Wajo, SMAN 6 Wajo, dan SMAN 14 Wajo yang masing-masing mengalami kerusakan hampir serupa.

Kerusakan yang dilaporkan meliputi ruang kantor, ruang kelas, peralatan laboratorium, peralatan ekstrakurikuler, smart board, dan komputer, serta tembok dan pagar sekolah.

“Banyak fasilitas yang terendam seperti printer dan CPU ada yang terbawa arus. SMAN Negeri 14 Wajo misalnya beberapa peralatan hilang terbawa arus,” ujar Muhammad Nur Kusuma.

Lanjutnya, Dinas Pendidikan Sulsel merespon dan berencana memasukkan penggantian alat atau fasilitas penunjang belajar yang rusak dan tidak dapat digunakan lagi ke dalam anggaran Dana Bantuan Sekolah (BOS) dengan bertujuan agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

Upaya pembersihan sekolah sedang dilakukan dan selain itu untuk keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, pembelajaran dapat dilaksanakan secara daring jika diperlukan, terutama saat cuaca ekstrim. ucapnya

“Dinas Pendidikan Sulsel juga telah mengarahkan untuk, yang tidak bisa dilakukan secara luring, maka akan dilaksanakan secara daring,” tuturnya.

Pada 3 Mei lalu, Dinas Pendidikan Sulsel juga telah mengeluarkan Surat Edaran, tentang kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrim dan bencana, sebagai bagian dari upaya antisipasi dan mitigasi.

“Kami berharap agar semua pihak sekolah, termasuk kepala satuan pendidikan, guru, dan murid, untuk tetap semangat dan menjaga diri,” tutupnya.

Dinas Pendidikan Sulsel juga telah melakukan upaya donasi dalam rangka mendukung korban yang terdampak. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pendidikan tetap berjalan meskipun di tengah tantangan bencana alam, Jelasnya.

banner 500350

Tinggalkan Balasan