Mahasiswa di Makassar Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kosnya, Polisi Bilang Begini

banner 300300

Makassar – Seorang mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas) ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kamar kosnya di BTP Blok G, Kelurahan Buntusu, Selasa malam (17/9).

Peristiwa tragis ini mengejutkan warga sekitar, terutama pemilik kos yang dikenal rutin melakukan pengecekan pada malam hari.

banner 500350

Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf mengatakan, Saat kejadian, orang tua korban diketahui sedang melaut sehingga tidak mengetahui langsung peristiwa yang menimpa putrinya.

Dari hasil keterangan saksi, pada malam sebelum ditemukan tewas, korban masih sempat keluar makan bersama teman-temannya.

“Saat itu, tidak ada tanda-tanda mencurigakan maupun gelagat aneh dari korban. Ia tampak beraktivitas seperti biasa. Namun, keesokan harinya pintu kamar korban tidak terbuka hingga menimbulkan kecurigaan,” kata Kompol M Yusuf saat ditemui Jum’at (19/9) sore.

Lanjutnya Yusuf, salah seorang teman korban mencoba menghubunginya melalui telepon, namun tidak ada jawaban.

Karena merasa khawatir, teman tersebut datang langsung ke kos dan mendapati pintu kamar korban terkunci rapat.

Beberapa kali ketukan pintu juga tidak dijawab, sehingga saksi akhirnya meminta bantuan kepada pemilik kos.

“Atas persetujuan pemilik kos bernama HM, pintu kamar korban akhirnya dibuka secara paksa. Saat pintu berhasil didobrak, saksi bersama pemilik kos terkejut mendapati korban sudah tidak bernyawa dalam keadaan tergantung,” terangnya.

Ahmad, salah satu saksi yang pertama kali melihat kondisi korban, langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.

Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari keterangan para saksi, korban tidak menunjukkan tanda-tanda depresi maupun masalah tertentu sebelum peristiwa ini terjadi.

Oleh karena itu, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik dugaan bunuh diri tersebut.

Saat ini jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi oleh tim forensik.

Autopsi dilakukan atas permintaan keluarga untuk memastikan penyebab pasti kematian. Hingga berita ini diturunkan, hasil pemeriksaan medis masih menunggu konfirmasi resmi dari tim Bidokkes RS Bhayangkara.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, mengenai motif juga belum diketahui,” ungkap Komisaris Polisi ini.

banner 500350

Tinggalkan Balasan