Parepare – Brigade Muslim Indonesia (BMI) sangat menyayangi kembali digelar aksi unjuk rasa yang dilakukan Forum Masyarakat Muslim Parepare, yang menolak keberadaan sekolah Kristen Gamaliel di Kelurahan Wattang Soreang.
Hal itu diungkapkan Ketua BMI, M Zul setelah mencuatnya penolakan itu dan beredar luas di kalangan masyarakat.
“Tentu Kami sangat sayangkan itu terjadi kembali. Kota parepare ini bukan Kota Haram Seperti di Mekkah dan Madinah sana,” ujar Zul kepada bacaonline, Selasa (24/9).
Menurut dia, persoalan ini pernah dibahas 8 bulan lalu dengan DPRD, Perwakilan Kantor Kemenag, Kesbangpol, Satpol PP, FKUB, TNI, Polri dan Ormas Agama di Kota Parepare.
Bahkan kata dia, dari informasi beredar di lokasi pembangunan sekolah Kristen Gamaliel yang akan dibangun tidak ada warga yang menolak.
“Dan dari unsur tokoh pemuda juga hadir Pengurus KNPI, Pemuda Pancasila, Gerakan Pemuda Ansor kota Parepare,” tambahnya.
Dikatakannya, keberadaan sekolah Kristen Gamaliel itu bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa bukan bertujuan untuk Kristenisasi. Dia ikut menyinggung ulama HRS dan SYL dulunya sekolah di sekolah nonislam (Nonis).
“Saya ambil contoh Habib Rizieq Shihab misalkan sekolahnya di sekolah Kristen. Buktinya hari ini dia tidak Murtad, Contoh lagi Syahrul Yasin Limpo sekolahnya di SMA Katolik di Jalan Cendrawasih Makassar. Apakah hari ini SYL seorang Murtad gegara sekolah di sekolah,” pungkasnya.
Dia berharap sifat radikalisme tidak lagi tumbuh dan menolak tolerensi, ini berarti bahwa provokasi kaum intoleran itu mulai menampakkan diri lagi di Parepare.
Olehnya itu Ketua BMI itu meminta kepada Pemda parepare dan Aparat Penegakan Hukum untuk melindungi kaum minoritas. Ini tidak boleh ada intimidasi kepada mereka yang telah berjalan sesuai aturan








