Makassar – Ribuan ijazah alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengalami masalah birokrasi kampus. Ijazah alumni itu bermasalah dengan penomoran, mulai angkatan 102, 103 dan 104.
Salah satu alumni angkatan Arman, menyesalkan birokrasi kampus yang cenderung abai, apalagi jelang batas akhir pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2024.
Kesalahan nomor ijazah tidak sesuai dengan pangkalan data di PDDikti membuat banyak alumni kesulitan mengakses pendaftaran CPNS.
“Jelas kecewa sama UIN Alauddin, bukan hanya saya semua kawan kawan kita wisudawan angkatan 102-104 juga merasakan hal yang sama, apalagi penyampaiannya sudah telat, seharusnya satu bulan setelah keluar ijazah sudah di koreksi,” kesal dia.
Hal yang sama dialami Sulpiana. Menurutnya, ketelitian diperhatikan sebelum ijazah dicetak. Jika kesalahan ini mampu diselesaikan dengan cetak, baginya tidak masalah. Namun jika berlarut-larut, alumni UIN besar kemungkinan banyak yang gagal mengikuti seleksi.
“Waktu pendaftaran CPNS semakin mendesak, sementara kami telah mempersiapkan bekal untuk mengikuti seleksi tersebut jauh hari sebelumnya, termasuk ijazah karena menjadi persyaratan yang utama. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, kami khawatir kesempatan kami untuk mendaftar akan hilang,” ujar Sulpiana kepada wartawan, Minggu (01/9) lalu.
Dengan pendaftaran yang tinggal menghitung hari, para alumni UIN Alauddin berharap birokrasi kampus segera menyelesaikan permasalahan ini, sehingga mereka dapat melanjutkan proses pendaftaran dengan lancar dan tidak kehilangan kesempatan untuk menjadi abdi negara.
Hingga berita ini dimuat, pernyataan dan keterangan pihak UIN Alauddin belum dirilis. Kami menunggu konfirmasi pihak UIN Alauddin untuk memberikan keterangan resminya.








