Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menyusun Peta Persebaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Metode yang digunakan, berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Luaran program kerja individu dari Yuli—mahasiswa Program Studi Geofisika, FMIPA Unhas—ini diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Desa Belawae di Kantor Desa pada Selasa (21/7).
Program ini digagas untuk menyediakan informasi spasial mengenai keberadaan UMKM yang sebelumnya belum terdokumentasi dalam bentuk peta digital.
Penyusunan peta diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa untuk memperoleh data dasar awal. Proses dilanjutkan dengan survei lapangan menggunakan aplikasi Gaia GPS guna mencatat titik koordinat tiap lokasi usaha.
Seluruh data tersebut kemudian diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS hingga menghasilkan peta spasial yang informatif dan akurat.
Yuli menjelaskan, pemetaan ini diharapkan membantu pemerintah desa mengidentifikasi potensi ekonomi lokal secara presisi.
”Melalui peta ini, kami berharap pemerintah desa lebih mudah melihat persebaran UMKM. Hal ini bisa menjadi basis data dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal,” ujar Yuli.
Sementara itu, Kepala Desa Belawae, Muh. Yasir, mengapresiasi inovasi ini karena memberikan data konkret untuk perencanaan pembangunan desa.
”Peta persebaran UMKM ini sangat bermanfaat bagi kami dalam melakukan pendataan dan pengembangan potensi ekonomi. Kami berharap data ini dapat terus diperbarui agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan,” tutur Yasir.
Penyerahan peta ini menjadi bukti kolaborasi antara civitas akademika Unhas, Pemerintah Desa Belawae, dan masyarakat setempat. Kegiatan ini juga mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pemanfaatan teknologi geospasial.









